#pemprovlampung

Rekrutmen Pegawai RSJ Lampung Diklaim Tak Salahi Aturan

Rekrutmen Pegawai RSJ Lampung Diklaim Tak Salahi Aturan
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto (kiri). Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan jika rekrutmen pegawai yang dibuka oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJ) Lampung tak menyalahi aturan. Sebab, dalam rekrutmen tersebut telah sesuai dengan perundang-undangan.


"Di RSJ ini memang dalam formasinya mengalami kekurangan tenaga teknis seperti dokter, psikolog, dan programer. Menurut peraturan badan layanan umum Daerah (BLUD) jika dibutuhkan maka bisa melakukan rekrutmen pegawai," kata Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto saat ditemui di Novotel Hotel Lampung, Rabu, 15 Juni 2022.

Ia mengatakan jika nantinya dalam rekrutmen tersebut pegawai yang lolos seleksi akan dibayar melalui BLUD. "Jadi nanti pegawai yang diterima akan beda pembayaran dengan pekerja tenaga harian lepas (PTHL)," katanya.

Ia membedakan, jika BLUD adalah pegawai yang menerima bayaran melalui pemasukan dari suatu instansi sedangkan PTHL adalah pegawai yang dibayar jasanya melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan terpusat dari BKD.

"Tapi kan PTHL ini mulai tahun depan sudah akan kita kurangi jadi memang tidak ada rekrutmen melalui PTHL, sedangkan rekrutmen saat ini beda kategori," ujarnya.

Ia mengatakan jika tak ada salahnya jika PTHL yang ada di lingkungan Pemprov Lampung pindah ke RSJ. "Tapi dia tetap harus ikut rekrutmen karena ada standar dan kalau pun diterima harus mengundurkan diri dari jabatan yang lama," ujar dia.

Sehingga menurutnya langkah RSJ membuka rekrutmen saat ini tepat karena ikuti aturan yang berlaku sesuai dengan SE Gubernur melalui turunan Mendagri.

"Sesuai ketentuan proses rekrutmen harus terbuka, transparan dan tidak diskriminatif maka di lakukan rekrutmen melalui sosial media website, dan media masa dengan waktu hanya dua hari karena aturannya yang tertuang memang seperti itu," ujar dia.

Ia mengatakan alasan mengisi formasi baru, karena memang formasi di RSJ yang masih kurang dan RSJ adalah pelayanan publik. "Jangan sampai kekurangan dokter dan psikolog sehingga perlu segera di isi supaya pelayanan maksimal karena dalam waktu dekat juga akan ada akreditasi," katanya.

Apalagi dalam penilaian akreditasi suatu rumah sakit yang diperhatikan antara lain adalah infrastruktur, manajemen serta SDM nya. "Kalau lemah di SDM maka akan turun penilaiannya dan ini adalah prioritas yang dilakukan sesuai dengan tahapan," katanya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait