kpid

Rekrutmen Calon Anggota KPID Lampung Siap Dibuka

( kata)
Rekrutmen Calon Anggota KPID Lampung Siap Dibuka
Pimpinan dan Anggota Komisi 1 DPRD Lampung serta didampingi oleh TA dan Sekretariat Komisi melakukan audiensi dan kunjungan kerja di KPI Pusat di Jakarta, Rabu (22/1/2020). Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Lampung melakukan audiensi dan kunjungan kerja ke KPI Pusat di Jakarta. Hal itu dilakukan dalam rangka persiapan rekrutmen calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung.

Ketua Komisi I DPRD Lampung Yozi Rizal mengatakan sebenarnya masa jabatan anggota KPID Lampung telah berakhir sejak Mei 2018 lalu, namun diperpanjang karena informasi yang diterima terbentur dengan pelaksanaan Pilkada 2018 dan tahapan pemilu. Sehingga untuk meminimalisir conflict of interest dalam proses rekrutmen kesepakatannya dilakukan perpanjangan masa jabatan.

“Memang dimungkinkan, sebab menurut Pasal 27 Peraturan KPI Nomor 01/P/ KPI/07/2014, bahwa Anggota KPI yang masa jabatannya berakhir, tetap bertugas sesuai dengan segala kewenangannya sampai terpilih dan ditetapkan dengan keputusan Gubernur untuk Anggota KPI Daerah,” kata Yosi Rizal, Kamis, 23 Januari 2020.

Kemudian anggota legislatif asal daerah pemilihan Lampung Utara-Way Kanan ini mengatakan rekrutmen KPID Provinsi Lampung sudah sangat urgen dan mendesak. “Hal ini karena sudah dilakukan perpanjangan masa jabatan, dan yang terpenting diperlukan adanya penyegaran,” ungkap Politisi Partai Demokrat ini.

Wakil Ketua Komisi I Mardani Umar menjelaskan jika para staf KPI Pusat dibagi ke dalam berbagai peran sesuai kompetensinya. “Kami diajak memasuki ruang kerja masing-masing komisioner, lalu diperlihatkan kepada kami puluhan staf sedang memonitor dan memelototi puluhan layar kaca/ televisi baik tv umum maupun tv kabel, masing-masing 1 tv selama 6 jam,” jelas Mardani yang juga politisi PKS ini.

Sementara Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah membenarkan jika KPID Provinsi Lampung telah terjadi perpanjangan masa jabatan selama dua tahun karena keriwehan Pilkada 2018, disamping Pemilu 2019. “Tapi yang membingungkan setelah pilkada dan pemilu kok lama ya, tidak ada rekrutmen,” ungkap Nuning.

 

 

 

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar