#pppk#guru#honorer

Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK Disebut Hanya Isapan Jempol

Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK Disebut Hanya Isapan Jempol
Dewan Penasihat Pendidik Tenaga Kependidikan Honorer Indonesia (PTKHI) Defi Meliyana. DOK YouTube Vox Populi Institute Indonesia


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah berjanji akan merekrut 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada akhir 2020. Hal itu sempat menjadi angin segar bagi guru honorer. Namun, setelah dua tahun hal itu belum terwujud. 

Dewan Penasihat Pendidik Tenaga Kependidikan Honorer Indonesia (PTKHI), Defi Meliyana, mengatakan janji itu kini tinggal isapan jempol.

"Apalagi melihat kondisi keuangan negara kini, politik, dan dari sisi itu saya yakin itu hanya isapan jempol," kata Defi, dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia, Senin, 7 November 2022.

Baca juga: Ratusan Guru di Pesawaran Tuntut Kejelasan Status Kelulusan PPPK

Defy mengaku saat pemerintah mengumumkan soal perekrutan 1 juta guru, dia merasa tak percaya. Namun, dia tak berani mengungkapkan keraguannya.

"Karena kami ini tenaga pendidik, kami berpikir positif itu sangat melekat pada guru, makannya tidak sampai hati kami bilang tidak percaya waktu itu," ujar dia.

Keraguan Defi akhirnya terbukti. Bahkan, kata dia, hingga 2022, baru 193 ribu guru lolos seleksi PPPK.

"Ternyata, sampai di 2022 pun, jangan 1 juta, jangankan sampai 500 ribu, ternyata hanya sekitar 10 persen dan itu pun banyak drama," tutur dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait