#pilkada#bandarlampung

Rekam Jejak Eva Dwiana Meniti Jabatan Wali Kota

Rekam Jejak Eva Dwiana Meniti Jabatan Wali Kota
Eva Dwiana. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Politisi PDI-Perjuangan Lampung, Eva Dwiana, segera menduduki jabatan Wali Kota Bandar Lampung. Namun, untuk mendapatkannya terdapat berbagai rintangan yang perlu dilalui khususnya selama 10 tahun terakhir. 

Berdasarkan data yang dihimpun Lampost.co, Eva Dwiana yang berstatus sebagai istri dari Wali Kota Bandar Lampung dua periode, Herman HN, sempat menjadi pengurus DPC Demokrat Bandar Lampung hingga akhirnya masuk sebagai kader PDIP Lampung pada 8 Maret 2015. Di partai berlambang banteng itu, Ia menjadi Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDIP Lampung.

Selain itu, dia terpilih sebagai anggota DPRD Lampung 2014-2019 dan periode 2019-2024. Dalam pemilihan legislatif dia memeroleh suara sebanyak 86.828 suara, sehingga dijuluki ratu suara.

Kemudian, Eva Dwiana mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandar Lampung yang satu-satunya calon dari kalangan perempuan. Tepat pada Jumat, 4 September 2020 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota ke KPU.

Dia didukung PDIP dengan 9 kursi, Nasdem 5 kursi, Gerindra 7 kursi, Gelora dan Hanura. Masuk masa kampanye selama dua bulan, Eva Dwiana dan Deddy Amarullah berkampanye dengan metode tatap muka terbatas maksimal 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan.

Masuk ke hari pemungutan suara, pada 9 Desember 2020 paslon Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dan Deddy Amarullah berdasarkan hitung cepat unggul jauh yakni 57 persen suara dari paslon lainnya Ricko Menoza - Johan Sulaiman dan Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo.

Namun, setelah itu Paslon Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo melaporkan Paslon Eva Dwiana dan Deddy Amarullah dengan dugaan pelanggaran administrasi Terstruktur Sistematis dan Massif (TSM) ke Bawaslu Lampung.

Setelah melalui proses persidangan di Bawaslu Lampung selama 14 hari, pada Rabu, 6 Januari 2021, Bawaslu Lampung memutuskan untuk mendiskualifikasi Paslon tersebut karena terbukti melanggar TSM dan memerintahkan KPU untuk mendiskualifikasi Eva-Deddy. 

Atas putusan itu, paslon tersebut akhirnya mengajukan upaya hukum ke Mahkamah Agung (MA). Di pengadilan itu, MA mengabulkan permohonan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana - Deddy Amarullah. Sehingga, keduanya pun ditetapkan kembali sebagai paslon dan dinyatakan sebagai paslon terpilih. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait