#Pembunuhan#Bandarlampung

Reka Adegan Kuak Peran Febri dalam Kasus Pembunuhan Gembala Kambing

Reka Adegan Kuak Peran Febri dalam Kasus Pembunuhan Gembala Kambing
Polsek Sukarame dan Polresta Bandar Lampung menggelar rekonstruksi perkara pembunuhan pengembala kambing bernama Umin, Selasa, 15 Desember 2020/Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polsek Sukarame dan Polresta Bandar Lampung menggelar rekonstruksi perkara pembunuhan pengembala kambing bernama Umin (17) dengan satu pelaku yang berhasil ditangkap, Febri Siswanto (37).

Reka ulang yang digelar di sekitar lokasi kejadian dan Mapolsek Sukarame ini terdiri dari 28 adegan. Meski begitu, proses pembunuhan korban belum diketahui secara spesifik karena pelaku lain yang berperan sebagai ekskutor belum tertangkap.

Berikut rincian reka adegan yang dilaksanakan, Selasa, 15 Desember 2020 tersebut;

1. Febri Siswanto bertemu dengan pelaku berinisial AL di Komering Agung, Lampung Tengah, pada 28 Januari 2020 pagi.

2. Febri dan AL mendatangi Balai Desa Komering Agung, untuk bertemu dengan dua pelaku lainnya yakni, AG dan MS.

3. MS mengantar AG untuk mengambil mobil angkot.

4. MS kembali ke balai desa.

5. Salah satu pelaku berinisial K menyambangi balai desa.

6. AG tiba di balai desa membawa angkot.

7. Febri dan para pelaku lainnya berangkat ke lokasi kejadian kandang kambing. Angkot dikemudikan AG.

8. Febri Siswanto sempat mampir membeli lakban hitam di Simpang Wates.

9. Usai membeli lakban, Febri kembali naik angkot dan bertukar tempat duduk dengan AL.

10. Mobil pun berjalan menuju lokasi.

11. Mobil rombongan putar arah di jarak 100 meter dari jalan menuju lokasi.

12. Mobil pelaku kembali putar arah di depan Hotel Nusantara Jalan By Pass Soekarno-Hatta.

13. Kendaraan kembali menuju arah lokasi kejadian.

14 Kendaraan kembali berputar arah karena para pelaku sempat kebingungan.

15. Pada adegan 15-17 kendaraan para pelaku yang sedang melaju terekam CCTV di beberapa gedung.

18. Kendaraan pelaku melintasi warung Pak Kancil di dekat lokasi kejadian.

19. Kendaraan para pelaku berhenti di jalan setapak arah tempat kejadian.

20. Febri menyerahkan lakban hitam ke pelaku AG.

21. Febri dan empat eksekutor (pelaku) turun dari mobil pada 28 Januari 2020 sore.

22. Empat pelaku menuju jalan setapak kemudian lakban hitam yang ada di AG diserahkan ke AL.

23. Febri bertemu dengan saksi bernama Mesakh.

24. Febri bertemu dengan pelaku MS.

25. Febri kembali masuk ke dalam angkot.

26. Para eksekutor memasukan lima ekor kambing ke dalam angkot.

27. AG dengan pelaku lainnya meninggalkan lokasi dengan membawa kambing.

28. Mobil para pelaku melintasi warung Pak Kancil yang tak jauh dari lokasi.

Menurut Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, reka adegan ini merupakan salah satu petunjuk bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna kelengkapan berkas perkara baik formil maupun materi.

"Reka adegan kali ini sebanyak 28 adegan untuk mengetahui peran dari FS," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Selasa 15 Desember 2020.

Empat pelaku lainnya yang diduga sebagai eksekutor dan pencuri lima ekor kambing korban masih dalam pengejaran.

"Tim masih mengejar. Identitas para pelaku lainnya sudah teridentifikasi," kata dia. 

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Sukarame bersama Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap satu dari lima pelaku pencurian kambing yang disertai dengan pembunuhan.

Korban bernama Umin (17), pengembala kambing, ditemukan tak bernyawa pada,  29 Januari 2020 di Jalan Soekarno-Hatta, Kompleks Pergudangan Arvin, Kelurahan Campangraya Kecamatan Sukabumi. Korban ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat dan mulut tertutup lakban.

Pelaku bernama Febri Siswanto (37) berhasil ditangkap pada Rabu, 11 November 2020 di Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang.

Febri tidak terlibat langsung dalam pembunuhan Umin. Saat itu, posisinya berada di mobil sembari mengamati wilayah sekitar. Sementara empat pelaku lainnya yang menggasak kambing hingga nekat membunuh korban masih buron. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait