#pendidikan#bos#keadilanbelajar

Reformasi Biaya Satuan BOS Memperkuat Aspek Keadilan Belajar

( kata)
Reformasi Biaya Satuan BOS Memperkuat Aspek Keadilan Belajar
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.Dok.Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Reformasi biaya satuan bantuan operasional sekolah (BOS) memperkuat aspek keadilan dalam kesempatan belajar di Tanah Air.

"Kebijakan yang mendorong semakin adilnya kesempatan belajar bagi setiap warga negara itu patut diapresiasi. Saya berharap aplikasi kebijakan itu di lapangan juga sesuai dengan yang diharapkan pemerintah," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2020.

Anggota Komisi X DPR itu mengungkapkan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu, 23 September 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan tahun depan penghitungan biaya satuan BOS akan didasarkan pada dua variabel.

Variabel pertama, kata Rerie, sapaan akrab Lestari, yaitu indeks kemahalan konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistika (BPS). Sedangkan variabel kedua adalah indeks besaran peserta didik (IPD) atau indeks jumlah peserta didik per sekolah di suatu daerah.

Menurut Rerie, kebijakan yang diambil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu merupakan langkah strategis yang membuka kesempatan belajar yang lebih berkeadilan bagi setiap warga negara.

Jika indeks kemahalan konstruksi tidak diperhatikan, ujar legislator Partai NasDem itu, sebagian dana BOS malah akan terserap menutup kemahalan sehingga target tidak terealisasi secara optimal.

Sedangkan indeks besaran peserta didik, kata Rerie, akan menentukan efektivitas dana BOS. "Jumlah dana BOS yang sama tentu mempunyai dampak berbeda terhadap sekolah dengan jumlah siswa yang berbeda," ujarnya.

Di masa mendatang, kata Rerie, dana BOS akan berbeda di sejumah wilayah karena adanya dua faktor tersebut. Sehingga, makna keadilan dana BOS bukan pada kesamaan nilainya, tetapi justru pada perbedaannya.

Dengan perbedaan nilai dana BOS tersebut, Rerie berharap, secara bertahap semua sekolah akan menemukan banyak kesamaan terutama sekolah di daerah terpencil dan sekolah di daerah perkotaan.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...


Berita Terkait



Komentar