#pajak#pbb

Realisasi PBB di Lamsel Nyaris 80%

Realisasi PBB di Lamsel Nyaris 80%
Laporan pajak PBB Kabupaten Lampung Selatan, per 30 Desember 2021. Lampost.co/Juwantoro


Kalianda (Lampost.co) -- Realisasi pajak, bumi, dan bangunan (PBB) di Lampung Selatan (Lamsel) periode 4 Januari-29 Desember 2021 tercapai Rp33.000.787.850 atau 76,90% dari target sebesar Rp42.911.513.000.

Sekretaris Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lamsel, Kaharudin mengaku belum mencapai angka realisasi sebesar 80% karena terkendala pandemi covid-19. Menurutnya, banyak pelaku usaha yang penghasilanya turun drastis sehingga meminta keringanan dalam pembayaran PBB. 

"Selain itu terdapat beberapa wajib pajak yang mendapatkan program pemutihan, terutama yang nilai PBB hanya Rp30 ribu. Maka, kami bebaskan pembayaranya,"ujar dia, Kamis, 30 Desember 2021. 

Baca: Pekon dan Kecamatan Tercepat Lunasi PBB Diganjar Penghargaan

 

Menurut dia, pajak mineral bukan logam dan batuan juga baru tercapai Rp5.328.093.735 atau 57,82% dari target Rp9.214.429.000.

"Belum tercapainya pajak mineral bukan logam dan bantuan di angka 80 persen itu karena terkendala pembangunan fisik yang berkurang," kata dia. 

Dia menjelaskan, item pajak mengalami realisasi sangat baik, bahkan overtarget meliputi pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terealisasi Rp29.973.582.635 atau 131,15% dari target Rp22.854.573.000, pajak hiburan terealisasi Rp219.492.873 atau 101,97% dari target Rp215.257.000, pajak reklame terealisasi Rp1.738.360.972 atau 102,75% dari target Rp1.691.802.000, dan pajak penerangan jalan terealisasi Rp56.915.706.301 atau 101,64% dari target Rp56 000.000.000.

"Sementara item pajak yang dinilai cukup baik realisasinya meliputi pajak hotel terealisasi Rp806.843.170 atau 95,97 persen dari target Rp840.692.000, pajak restoran terealisasi Rp4.266.835.865 atau 80,53 persen dari target Ro5.298.673.000, pajak parkir terealisasi Ro1.284.285.444 atau 77,55 persen, dan pajak air tanah terealisasi Rp1.310.540.127 atau 84,73 persen dari target Rp1.546.637.000, serta retribusi pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi terelisasi Rp815.871.335 atau 81,57 persen dari target Rp1 miliar," jelasnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait