#pajak#lampungselatan

Realisasi PBB Desa Bumirestu Paling Rendah

Realisasi PBB Desa Bumirestu Paling Rendah
Plt Kepala UPTD Pelayanan Pajak Kecamatan Palas-Way Panji, Lampung Selatan, Rusli saat menunjukkan realisasi PBB 2020 di Kecamatan Palas, beberapa hari yang lalu/Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Realisasi pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) 2020 di Desa Bumirestu Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel) masih sangat rendah. Hingga akhir tahun 2020 angka realisasi baru 37,27% dari ketetapan pokok sebesar Rp41,5 juta. 

Plt. Kepala UPTD Pelayanan Pajak Kecamatan Palas-Way Panji Rusli mengatakan, hingga saat realisasi PBB di Kecamatan Palas sudah mencapai 64,50 persen atau sebesar Rp229,6 juta dari ketetapan pokok sebesar Rp356,1 juta.

"Alhamdulillah, realisasi pembayaran PBB sudah mencapai 64,50 persen. Memang realisasi ini masih jauh dari target yang harus tercapai. Tapi, kami sudah semaksimal mungkin untuk mengingatkan kepala desa dan masyarakat untuk taat bayar PBB," kata dia, Minggu, 20 Desember 2020.

Dia mengatakan sejauh ini hanya Desa Bumirestu yang capaian realisasi PBB di bawah 50 persen atau capaiannya baru 37,27 persen. Sedangkan, 20 desa lainnya di Kecamatan Palas sudah lebih dari 50 persen. 

"Hanya Desa Bumirestu yang capaian masih sangat minim realisasi PBB. Dari ketetapan Rp41,5 juta, baru teralisasi sebesar Rp15,5 juta. Setidaknya ada tunggakan sebesar Rp26,0 juta," kata dia. 

Rusli mengatakan desa yang berhasil mencapai realisasi PBB 100 persen adalah Desa Bumiasri dan Sukamulya. Selebihnya, capaian realisasi PBB di desa berkisar 50,54 persen hingga 94,64 persen. 

"Untuk desa yang masih rendah lainnya, seperti Desa Bumiasih tercapai 50,54 persen, Palaspasemah 51,76 persen, Bangunan 52,52 persen, Pematangbaru 53,40 persen. Sangat disayangkan Desa Bumirestu masih jauh dari harapan kami," kata dia. 

Rusli mengatakan batas akhir pembayaran pajak PBB tersebut hingga Senin, 21 Desember 2020. Namun, pembayaran pajak ini akan dibuka kembali pada Januari 2021 mendatang.

"Untuk Desa Bumirestu itu kalau besok tidak membayar, tentunya akan kena denda. Maka dari itu, kami berharap segera menagih dan menyetor PBB sebelum penutupan pembayaran," kata dia. 

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pribadi Kepala Desa Bumirestu Sukiman. Meskipun ponsel pribadinya dalam keadaan aktif, namun Sukiman tidak merespons. Hal serupa, saat dikonfirmasi Sekretaris Desa Bumirestu Julianto juga tidak merespon. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait