#pad#pembangunan#beritalambar

Realisasi PAD Lambar Baru Mencapai 70,84 Persen

Realisasi PAD Lambar Baru Mencapai 70,84 Persen
Ilustrasi. Foto: Google Images


Liwa (Lampost.co): Pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Lampung Barat hingga akhir Oktober lalu baru mencapai 70,84% atau Rp46,5 miliar dari target Rp65,7 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lampung Barat Daman Nasir, Minggu, 15 November 2020, mengatakan secara keseluruhan perolehan PAD tahun ini sampai akhir Oktober lalu baru terealisasi 70,84% atau Rp46,5 miliar dari target Rp65,7 miliar.

Perolehan PAD tersebut bersumber dari realisasi pajak sebesar Rp9,639 miliar (87,76%) dari target Rp10,984 miliar. 

"Kami berharap target tersebut dapat terealisasi 100% dalam kurun waktu selama bulan ini. Bahkan sebelum akhir tahun target itu telah tercapai," kata dia.

Menurutnya, realisasi PAD yang bersumber dari pajak itu jika dilihat hasil rekapitulasi maka pajak penerangan jalan adalah pencapaian yang terbesar dibanding pajak lainya dengan realisasinya telah mencapai Rp5,082 miliar (84,42%) dari target sebesar Rp6,020 miliar.

Perolehan PAD dari pajak tertinggi kedua yaitu pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan yaitu telah terealisasi Rp3,892 miliar (94,95%) dari target Rp4,1 miliar.

Kemudian pajak restoran juga telah terealisasi Rp475,213 juta dari target Rp631,290 juta. Pajak hotel terealisasi Rp16 juta lebih dari target Rp44 juta.
Lalu pajak  reklame Rp28 juta lebih dari target Rp65 juta serta bea perolehan hak atas tanah dan atau bangunan terealisasi Rp144 juta (120,09%) dari target Rp120 juta.

Sementara pajak hiburan dengan target Rp2,5 juta hingga saat ini realisasinya masih nol. Hal tersebut disebabkan selama ini tidak ada kegiatan hiburan karena  sedang mengalami masa pandemi. Kendati demikian ia berharap target tersebut di akhir-akhir tahun ini juga bisa terealisasi.

Selain yang bersumber dari pajak daerah, kata dia, realisasi PAD juga diperoleh dari retribusi. Retribusi tahun ini ditargetkan Rp4,7 miliar hingga akhir Oktober lalu baru terealisasi Rp2,113 miliar (44,45%).

Perolehan itu bersumber dari retribusi umum yakni terealisasi Rp1,559 miliar dari target Rp3,6 miliar (42,81%). Terdiri retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, retribusi pelayanan sampah, pelayanan pasar, retribusi pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi.

Kemudian perolehan PAD yang bersumber dari retribusi jasa usaha terealisasi Rp430 juta (41,64%) dari target Rp1,003 miliar. Realisasi retribusi jasa usaha ini antara lain terdiri retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi jasa tempat penginapan, retribusi rumah potong hewan, retribusi hasil usaha produk daerah yaitu penjualan kompos dan benih ikan dan lain sebagainya.

Kemudian retribusi perizinan tertentu yakni izin mendirikan bangunan (IMB) terealisasi Rp124,0 juta (156,99%) dari target Rp79 juta.

Lalu yang bersumber dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang disahkan berupa bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah yakni tercapai Rp3,9 miliar dari target Rp4,7 miliar.

Ia berharap seluruh target PAD yang kini belum menyentuh pencapaian target ideal juga diharapkan dapat tercapai saat di.akhir anggaran mendatang.

Ia mengaku ada beberapa target PAD yang pencapaiannya belum maksimal dikarenakan terdampak masa pandemi ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait