#APBD#PAD

Realisasi PAD Lambar Capai Rp53, 627 Miliar

Realisasi PAD Lambar Capai Rp53, 627 Miliar
Ilustrasi anggaran daerah. MI/Ramdani


Liwa (Lampost.co) -- Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun 2021 mencapai 83,42% atau Rp853,530 miliar per Oktober 2021, dari target Rp1,023 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lambar, Okmal memperinci, realisasi pendapatan anggaran daerah itu bersumber dari realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp53,627 miliar (78,89%) dari target Rp67,978 miliar. Realisasi PAD ini bersumber dari pajak dan retribusi daerah, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

"Selain dari PAD, anggaran pendapatan belanja Pemkab Lambar juga bersumber dari dana transfer yang telah terealisasi Rp764,411 miliar (83,15%) dari target Rp919,267 miliar. Realisasi pendapatan transfer ini bersumber dari dana perimbangan dan dana transfer umum/DAU, DAK, DID, Dana Desa, serta pendapatan transfer antar antardaerah," kata dia, Minggu, 7 November 2021. 

Baca: Serapan APBD Lampung Capai 62 Persen

 

Sementara dana perimbangan juga dilaporkan telah terealisasi Rp588,229 miliar (85,61%) dari target Rp687,110 miliar. Angka itu meliputi DBH pajak bumi dan bangunan, DBH cukai hasil tembakau, DBH sumberdaya alam pengusahaan panas bumi, dan lain sebagainya.

"Kemudian dari dana transfer umum/DAU dari target Rp491,7 miliar telah terealisasi Rp448,8 miliar (91,27%). Lalu dari DAK fisik terealisasi Rp58 miliar (66,92%) dari target Rp86,8 miliar terdiri DAK bidang pendidikan, DAK bidang kesehatan dan lainya. Lalu ada juga dari DAK non fisik yaitu terealisasi Rp67,8 miliar (73,69%) untuk DAK nonfisik tunjangan guru, tambahan penghasilan guru, nonfisik bidang kesehatan, nonfisik dana pelayanan kependudukan dan lainya," papar dia. 

Sedangkan untuk Dana insentif daerah (DID) Rp31,6 miliar telah terealisasi 100%. Dana desa dari target Rp126,378 miliar telah terealisasi Rp105 miliar (83,12%).

"Kemudian pendapatan dari transfer antardaerah telah terealisasi Rp39,5 miliar (53,30%) dari target Rp74,167 miliar, yang bersumber dari pendapatan bagi hasil pajak, baik pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan, maupuin pajak rokok. Lalu pendapatan dari hibah dana BOS telah terealisasi sebesar Rp25 miliar (98,84%) dari target Rp35,9 miliar," kata Okmal.

Okmal berharap, target PAD bisa tercapai 100%. Ada beberapa potensi pendapatan yang belum terpenuhi dikarenakan dampak pandemi covid-19.

"Salah satunya target pendapatan dari pajak hiburan karena masih tidak diizinkan lantaran menyangkut keramaian dan kerumunan. Lalu ada potensi pelayanan uji kir kendaraan bermotor yang pelaksanaanya juga baru dimulai beberapa bulan ini sehingga hasilnya belum produktif," terang dia.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait