#investasi#pemkot

Realisasi Investasi di Bandar Lampung Terganjal Pandemi

Realisasi Investasi di Bandar Lampung Terganjal Pandemi
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Realisasi target investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Bandar Lampung sampai akhir 2021 masih terkendala pandemi covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Muhtadi mengatakan, sampai dengan triwulan ketiga 2021 pihaknya belum bisa memenuhi target.

"Target PMA sekitar USD167 juta, realisasi 9,2 persen. Kemudian target PMDN sekitar Rp331 miliar, terealisasi hingga triwulan ketiga ini sebesar 48,67 persen," ujarnya, Selasa, 30 November 2021.

Baca: 15 Negara Ini Penyumbang Investasi Terbesar di Lampung 

 

Menurutnya faktor utama terkendalanya target realisasi investasi adalah pandemi covid-19. Ia berharap pandemi segera berakhir sehingga tidak akan menjadi hambatan dan nilai investasi pun kembali meningkat.

"Karena semakin besar investasi, makin banyak tenaga kerja yang akan terserap. Selain itu juga akan menjadi potensi pendapatan asli daerah (PAD) baru dari realisasi investasi bangunan gedung dalam bentuk retribusi IMB, ada juga pajak lain seperti hotel atau hiburan," kata dia. 

Dia juga menjelaskan, investasi memberikan efek domino dengan banyaknya pekerja maka akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga terjadi perputaran uang. 

"Kemudahan investasi tujuan dari UU Cipta Kerja. Pemerintah saat ini memberikan kemudahan ekonomi rendah melalui OSS yang sudah standar, yang dikeluarkan masing-masing kementerian berdasarkan sektoral," kata dia. 

"Pemkot membuka seluas-luasnya investasi di Kota Bandar Lampung," sambung dia.

Meskipun begitu, investor yang akan masuk diimbau tetap memperhatikan usaha mikro di sekitar. Jangan sampai usaha besar mendominasi tanpa memberikan dampak positif.

"Kegiatan besar harus memberikan dampak positif, seperti melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memberikan tempat pemasaran," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait