danadesablt

Realisasi BLT-DD Lampung Utara Capai 58 Persen Lebih

( kata)
Realisasi BLT-DD Lampung Utara Capai 58 Persen Lebih
Kepala DPMD Lampura, Wahab saat memberikan keterangan mengenai realisasi BLT-DD di Lampura, Jumat (12/6/2020). Lampost.co/Fajar Nofitra


KOTABUMI (Lampost.co) -- Realisasi bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) tahap pertama di Kabupaten Lampung Utara telah mencapai lebih dari 58%.

Kepala DPMD Lampung Utara Wahab, didampingi Kabid Pemdes R Habibi, Jumat, 12 Juni 2020, mengatakan telah ada 135 desa (58,2%) yang telah menyalurkan BLT-DD tahap pertama atau per April 2020. Sesuai peraturan menteri keuangan (PMK) Nomor: 50/2020 atas perubahan PMK No. 40/2020 yang diperkuat dengan surat keputusan Bupati bernomor: 141/95.11/25-LU/2020 pertanggal 10 Mei 2020 tentang penyaluran BLT-DD Tahun 2020.

"Untuk sisanya 97 (41,8%) masih menunggu pencairan tahap selanjutnya. Pasalnya, realisasi tahap pertama telah habis digunakan untuk pembangunan atau padat karya tunai (PKT)," kata dia, Jumat, 12 Juni 2020.

Sehingga, menurutnya desa-desa yang belum menyalurkan BLT-DD, akan merealisasikan pada realisasi DD tahap kedua. Yang tidak lagi langsung diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) atau sasaran penerimanya.

"Jadi mereka yang belum mencairkan atau merealisasikan bansos tunai ini akan dilaksanakan selanjutnya. Tanpa melalui mekanis tunai seperti telah dilakukan sebelumnya, melainkan dengan mekanisme kliring langsung ke rekening penerima (KPM)," terangnya.

Wahab menjelaskan pada realisasi tahap kedua kedepannya, seluruh bantuan akan disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima manfaat (sasaran). Berbeda sebelumnya, masih dengan cara manual langsung diambil dari rekening desa.

Kabid Pemdes DPMD Lampura, R Habibi menambahkan aparat desa (pamong) yang belum merealisasi bantuan langsung tunai, harus dapat merinci secara gamblang pembiayaan oleh dana desa ditempatnya. Sebab, hal itu telah menjadi perhatian pemerintah pusat, termasuk di dalamnya komisi anti rasuah (KPK).

"Jadi itu yang harus menjadi perhatian, jangan sampai mereka lupa akan instruksi pemerintah pusat. Dalam merealisasikan bantuan langsung kepada warga akibat pendemi covid-19. Sebab, tidak ada lagi pekerjaan pembangunan, khususnya mereka yang telah melaksanakan program padat karya tunai lebih dahulu," tambahnya.

 

EDITOR

Winarko

loading...


Berita Terkait



Komentar