#Walhi#Banjir

Rawan Banjir, Walhi Desak Pemkot Tolak Izin Living Plaza

Rawan Banjir, Walhi Desak Pemkot Tolak Izin Living Plaza
Dok Walhi Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Lampung mendesak Pemkot Bandar Lampung tidak mengeluarkan izin pembangunan Living Plaza di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa. Pasalnya, lokasi tersebut dianggap rawan banjir.

Walhi Lampung mengklaim telah berulang kali memperingatkan pemkot bahwa lokasi yang akan dibangun Living Plaza merupakan tempat langganan banjir. Hal itu terbukti saat hujan yang menerjang Kota Bandar Lampung pada Senin, 22 Maret 2021, air dari gorong-gorong yang berada di sungai di samping SPBU yang terletak di Kelurahan Rajabasa Nunyai Kecamatan meluap hingga ke permukaan jalan.

Baca juga: Pemkot Pastikan Pembangunan Living Plaza Sesuai Prosedur

"Daerah samping SPBU Nunyai memang tempat langganan banjir karena sudah sering kali banjir terjadi di wilayah ini, setelah ditelurusuri banjir pada Senin, 22 Maret 2021, karena ada sumbatan di tempat saluran air (gorong-gorong). Sehingga air yang mengalir tidak berjalan lancar dan meluap hingga ke Permukaan jalan. Belum lagi ditambah kondisi sungai yang telah mengalami perubahan," kata Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri, Rabu, 24 Maret 2021.

Ia menjelaskan semestinya pemkot tidak menerbitkan izin untuk pembangunan pusat perbelanjaan Living Plaza Lampung di wilayah tersebut. Pihaknya meminta pemerintah kota menyelesaikan permasalah banjir yang ada di wilayah Nunyai, dan mempertahankan rawa yang berada di lokasi untuk tetap dijadikan daerah resapan air.

"ini tanda alam dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai peringatan bahwa lokasi tersebut daerah yang rawan banjir, dan apabila dipaksakan dilakukan pembangunan maka banjir di wilayah tersebut akan semakin masif dan meluas," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait