BLT

Ratusan Warga Tak Dapat BLT Geruduk Kantor Desa Klaten

( kata)
Ratusan Warga Tak Dapat BLT Geruduk Kantor Desa Klaten
Ratusan warga dusun II Desa Klaten kecamatan Penengahan, Lampung Selatan gruduk kantor desa setempat, lantaran penyaluran BLT DD tahun 2020 tidak tepat sasaran, Senin, 8 Juni 2020. Aan Kridolaksono.

Kalianda (Lampost.co)  -- Ratusan warga Dusun II, Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mendatangi kantor desa setempat,  Senin 8 Mei 2020. Mereka melakukan aksi protes lantaran kecewa tak mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Salah satu warga, Jalmo mengatakan, penyaluran BLT di lingkungannya dirasa tidak transparan dan tidak tepat sasaran. Malah ada warga yang menerma bantuan ganda. 

"Kami bukan demo mas, kami hanya mempertanyakan atau klarifikasi tentang penyaluran bantuan BLT dana desa yang kami kira belum tepat sasaran, padahal kami warga (yang tak masuk kuota) ini sudah kepayahan ekonomi di masa pandemi ini," kata Jalmo kepada Lampost.co.

Pendataan pemerintah desa terhadap warga terdampak Covid-19, dinilai Puji tidak tepat. Ia beranggapan, hal tersebut justru bentuk ketidakpedulian kepala desa terhadap warga.

"Kami meminta pemerintah desa segera merubah dan mengalihkan penerima bantuan ganda dialihkan kw warga lain,  yang benar benar membutuhkan, " ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Klaten Toto Aminudin mengatakan akan terus memperbaiki dan mengusulkan warga yang belum mendapatkan bantuan pada tahap berikutnya.

"Semua ini ada aturan dan teknisnya.  Semua masukan masyarakat akan kami tindak lanjuti dan semoga bantuan langsung tunai DD 2020 ini tepat sasaran,"  kata Toto Aminudin.

Terkait peneima bantuan ganda,  Toto menyebutkan telah melakukan perubahan sejak awal saat warga yang menerima bantuan menyerahkan kembali bantuan tersebut. Namun, data yang dikelurkan oleh pemerintah pusat tidak sama dengan data yang ada di desa. Sementara pihak desa harus mengikuti data yang dikeluarkan pemerintah pusat.

"Penerima ganda sudah menyerahkan kembali bantuan dan sudah kami salurkan ke masyarakat lain.  Namun lagi lagi data dari pemerintah pusat dengan desa berbeda,  membuat kami kesulitan menjelaskan kepada masyarakat," pungkasnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar