#rusiavsukraina#rusia#ukraina

Ratusan Warga Sipil dan Belasan Anak-anak Ukraina Tewas akibat Invasi Rusia

Ratusan Warga Sipil dan Belasan Anak-anak Ukraina Tewas akibat Invasi Rusia
Ilustrasi unjuk rasa penolakan perang. AFP/Safin Hamed


Kiev (Lampost.co) -- Kementerian Dalam Negeri Ukraina menyebut sebanyak 352 warga sipil tewas akibat invasi Rusia. Di dalamnya termasuk 14 anak-anak. 

Mereka menambahkan, sebanyak 1.684 orang terluka, termasuk 116 anak-anak.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Ukraina menggambarkan, 4.300 personel militer Rusia tewas dan terluka. Lebih dari 200 tentara ditangkap.

Rusia juga kehilangan sejumlah peralatan tempur mereka, termasuk 706 kendaraan militer berbagai tipe, dan satu pelontar rudal anti-jet sistem BUK.
 
Sementara itu, perang Rusia-Ukraina masih berlanjut dan memasuki hari kelima. 

Baca: Cerita WNI di Ukraina Bersembunyi dari Serangan Rusia


 
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan komando militernya dalam kondisi siaga keamanan, ini sebuah referensi ke unit yang mencakup senjata nuklir dalam siaga tinggi. Sikap tersebut sebagai balasan pernyataan agresif oleh para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sanksi ekonomi terhadap Moskow.
 
"Seperti yang Anda lihat, tidak hanya negara-negara Barat mengambil tindakan tidak bersahabat terhadap negara kita dalam dimensi ekonomi," kata Putin. 
 
"Maksud saya sanksi ilegal yang diketahui semua orang dengan sangat baik- tetapi juga para pejabat tinggi negara-negara NATO terkemuka membiarkan diri mereka membuat pernyataan agresif dengan negara kami,"lanjut dia di televisi pemerintah.
 
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba kemudian mengatakan bahwa Kiev tidak akan menyerah pada pembicaraan dengan Rusia mengenai invasinya, dan menuduh Putin berusaha meningkatkan "tekanan" dengan memerintahkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi.
 
"Kami tidak akan menyerah, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan menyerahkan satu inci pun dari wilayah kami," ucap Dmytro Kuleba pada konferensi pers yang disiarkan online.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait