#jakarta

Ratusan Perempuan Ramaikan Acara Kebaya Berdansa

Ratusan Perempuan Ramaikan Acara Kebaya Berdansa
Ratusan perempuan dari berbagai komunitas wanita berkebaya yang tergabung dalam koalisi tradisikebaya.id, menari, dan berdansa dalam acara Kebaya Berdansa di Tribeca Park, Central Park, Jakarta Barat, akhir pekan lalu. (Foto: Istimewa)


Jakarta (Lampost.co) -- Ratusan perempuan dari berbagai komunitas wanita berkebaya yang tergabung dalam koalisi tradisikebaya.id, menari, dan berdansa dalam acara Kebaya Berdansa di Tribeca Park, Central Park, Jakarta Barat, akhir pekan lalu.

Acara tersebut digelar dalam rangka kampanye untuk mendorong masuknya kebaya sebagai warisan budaya tak benda di Unesco.

Ketua Umum Forum Bhinneka Indonesia (Forbhin), Karlina Puspa, mengatakan dia tidak menyangka animo masyarakat sangat besar. Hal itu ditandai dengan banyaknya perempuan berkebaya yang datang di acara Kebaya Berdansa.

"Ramai (acara Kebaya Berdansa) di luar dugaan semuanya bergembira dan semuanya memakai kebaya. Dan kebaya ternyata sangat luwes bisa dipakai di event apa saja," katanya melalui keterangan resmi, Senin, 29 Agustus 2022. 

Ia pun berharap ke depannya untuk bersama-sama memperjuangkan sampai ke Unesco dan Kebaya menjadi sah milik Indonesia menjadi ciri khas dan identitas perempuan Indonesia, Kebaya adalah Indonesia.

Di sisi lain, Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pertahanan dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani, mengapresiasi setinggi-tingginya gerakan kampanye Kebaya Goes to Unesco lewat kegiatan Kebaya Berdansa.

Ia menilai bahwa Kebaya merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas perempuan Indonesia dan tak lekang oleh zaman. 

"Bagi seorang perempuan, berkebaya tidak saja untuk mengartikulasikan dirinya melalui pakaian, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas mulai dari wujud identitas hingga kecintaan pada budaya bangsa," tuturnya.

Jaleswari melanjutkan gaung Kebaya Goes to Unesco sejalan dengan perspektif pemerintah pada misi bersama dalam menjaga kepemilikan serta menduniakan Kebaya, apalagi saat ini Indonesia tengah berada pada puncak kepemimpinan global. Momentum ini dirasa sangat pas untuk memperkenalkan budaya Indonesia pada dunia.

"Indonesia tengah berada pada puncak kepemimpinan global, Indonesia mendapatkan kedudukan strategis dalam tataran regional maupun internasional. Untuk itu saya rasa mendapatkan pengakuan dari Unesco atas Kebaya sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia merupakan langkah holistik yang harus terus kita upayakan dalam mendukung penguatan soft power Indonesia," ungkapnya.

Senada dengan Karlina, Ketua Umum Asosiasi Komunitas Musisi Indie Kreatif (Askomik), Gatut Suryo, juga mengaku senang dengan keberhasilan acara Kebaya Berdansa. Menurutnya Kebaya bisa dipadukan dengan jenis musik apapun, dan bisa digunakan di kegiatan manapun.

"Kebaya itu dari dulu sebenarnya dari zaman nenek moyang kita itu sudah di pakai di kegiatan apa saja sehari hari, jadi sampai berdansa pun. Nah, sekarang ini begitu banyak anak-anak muda sebenarnya sudah mulai dengan gaya gaya kebaya yang sporty, modis itu kebaya bisa dipakai dimana saja. Jadi kebaya itu tetap masuk ke semua genre," tambah Gatut.

Sementara, Asisten Marcomm & Relations General Manager Central Park dan Neo Soho Mall, Silviyanti Dwi Aryati, mengaku sangat senang dan ikut mendukung Gerakan Kebaya Goes to Unesco lewat berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Central Park. 

"Kebaya Berdansa adalah salah satu gerakan mendukung kampanye Kebaya Goes To Unesco yang juga termasuk dalam rangkaian besar Central Park dan Neo Soho Mall selama bulan Agustus 2022 dengan tujuan agar dunia mengetahui bahwa Kebaya milik Indonesia dan identitas perempuan Indonesia," pungkas dia.

Acara Kebaya Berdansa diinisiasi bersama yang terdiri dari Forbhin, Askomik, Kamar Musik Nusantara (KMN), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), Universal Line Dance (ULD), Yayasan Budaya Nusantara Digital (YBND), dan Central Park. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait