#pelabuhanbakauheni#kapalkandas

Ratusan Penumpang Kapal Ferry Dievakuasi Usai Kandas 14 Jam di Bakauheni

Ratusan Penumpang Kapal Ferry Dievakuasi Usai Kandas 14 Jam di Bakauheni
Penumpang dan kendaraan dari Kapal Ferry KMP Amadea dievakuasi usai kandas di Pulau Kandang Lunik, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan. Lampost.co/Rustam


Kalianda (Lampost.co) -- Ratusan Penumpang Kapal Ferry KMP Amadea yang kandas di Pulau Kandang Lunik, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, dapat dievakuasi dan dibawa kembali ke Pelabuhan Bakauheni, Kamis, 30 Desember 2021.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, KMP Amadea ditarik dari sangkutan terumbu karang di Pulau Kandang Lunik menggunakan dua kapal tunda (Tug Boat). Kapal kandas itu diderek menuju Pelabuhan Bakauheni hingga dapat bersandar di Dermaga 6 dan menurunkan penumpang dan kendaraan, sekitar pukul 12.59 WIB.

Baca juga: Ratusan Penumpang KMP Amadea Rute Bakauheni-Merak Terjebak di Pulau Kandang Lunik

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Sigit Mintarso, menjelaskan KMP Amadea kandas akibat pengaruh cuaca buruk sehingga kapal terbawa arus. Atas peristiwa itu, dia pun langsung meninjau lokasi karena dikhawatirkan adanya penumpang yang membutuhkan pertolongan mendesak.

"Sekitar 19 hingga 20 menit perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju pelabuhan Merak, dan sekitar pukul 22.15 kapal mengalami kandas di Pulau Kandang Lunik. Kami terus memantau penumpang jika ada yang sakit, maka langsung dievakuasi," kata Sigit.

Usai evakuasi, seluruh penumpang dipindahkan ke kapal lain guna melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak, Banten.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Tommy Aronda, mengatakan KMP Amadea tetap layak melaut (Sea Worthy).

"Kapal memenuhi persyaratan pelayaran, seperti keselamatan utama pelayaran. Tapi, menyangkut cuaca memang tidak bisa diprediksi dan di luar kendali," ujar Tommy.

Kasi Ops Basarnas Lampung, Addha Sudarsa, mengatakan peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun, para penumpang merasakan kelelahan akibat berada di dalam kapal selama 14 jam. Untuk itu, pihaknya berupaya optimal untuk mengevakuasi kapal dengan cepat.

"Semalam kami langsung bergerak menuju TKP dan hingga saat ini berusaha untuk menyelamatkan penumpang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, untuk penarikan kapal pun kami berhati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada kapal," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait