#pertanian#agraria#beritalampung

Ratusan Hektare Tanaman Padi Puso di Lamsel Tak Terasuransi

Ratusan Hektare Tanaman Padi Puso di Lamsel Tak Terasuransi
Petani sedang melakukan penyulaman tanaman padi yang rusak akibat terendam banjir, Kamis, 25 Februari 2021. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Ratusan tanaman padi di Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan, gagal panen. Kondisi itu semakin sulit dengan tanaman puso yang tidak terlindungi asuransi usaha tani padi (AUTP).

Dampak dari banjir selama beberapa hari, terdapat 453 hektare tanaman padi di Kecamatan Palas dan Sragi yang gagal panen, sehingga petani pun merugi hingga miliaran rupiah.

Ketua Gapoktan Bali Jaya Desa Baliagung, Dewa Aji Tastrawan, menjelaskan ada 125 ha tanaman padi yang puso tidak terlindungi AUTP. Hal ini disebabkan sistem pendaftaran AUTP dari PT Jasindo terlambat.

"Semua tanaman yang puso di desa kami enggak ada yang tercover AUTP. Bagaimana mau daftar, sistem pendaftaran AUTP terlambat. Sedangkan tanaman padi yang puso rata-rata sudah berusia 30 hari setelah tanam," kata dia, Kamis (25 Februari 2021.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Palas, Dwi Ratnawati, mengaku tidak masuknya dalam AUTP disebabkan sistem pendaftaran dari PT Jasindo terlambat.

"Pendaftaran AUTP baru dibuka PT Jasindo pada akhir Januari lalu. Sementara musim tanam rendeng tahun ini sudah dimulai sejak awal Januari," ujar Operator pendaftaran AUTP Kecamatan Palas itu.

Dwi mengatakan hingga saat ini hanya ada dua desa yang sudah terdaftar dalam AUTP, yakni Desa Bumirestu sekitar 100 Ha dan Desa Palasjaya seluas 17 Ha. "Baru ada dua desa yang terdaftar, yaitu Desa Bumirestu ada 11 kelompok tani dengan luas sekitar 100 Ha. Kemudian, Desa Palasjaya satu kelompok ada 17 Ha," kata dia.

Salah satu petani asal Desa Sukapura, Yanto, mengatakan saat ini petani mulai lemah dengan AUTP karena pengurusan administrasi yang rumit. Terlebih, sejak tanaman padi yang rusak akibat bencana tahun lalu pun tidak bisa diklaim.

"Petani kendor karena perlindungan AUTP hanya empat kategori bencana yang bisa diklaim, yakni banjir, kekeringan, hama dan penyakit. Sedangkan, di wilayah kami rawan diterjang angin kencang. Kemudian, administrasi ribet," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait