#pekerjamigran#CPMI#BP2MI

Ratusan Calon Pekerja Migran Non-Prosedural Ditampung di Bekasi

Ratusan Calon Pekerja Migran Non-Prosedural Ditampung di Bekasi
Ilustrasi pemberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Antara/Agus


SEBANYAK 161 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) non-prosedural ditampung di kantor milik dua perusahaan penyalur PMI yaitu PT Assami Ananda Mandiri (AAM) dan PT Zam Zam Perwita (ZZP) di Jalan Raya Hankam No.1 RT004/RW005, Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Penampungan ratusan CPMI tanpa dokumen resmi itu terbongkar setelah Badan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Polsek Jatisampurna melakukan penggerebekan. Para CPMI yang semuanya ibu-ibu berumur 45-55 tahun berasal dari sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

"Para calon PMI ini berstatus ilegal dan akan diberangkatkan ke Arab Saudi," kata Kapolsek Jatisampurna Inspektur Satu (Iptu) Santri Dirga, Minggu (2/10).

Baca Juga : Tiga Calon Pekerja Migran Asal Lamtim Telantar di Turki

Ia menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan BP2MI diketahui sejak 2015 sudah tidak ada lagi pengiriman PMI ke Arab Saudi. Hal itu sesuai ketentuan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan nomor 260 tahun 2015 tentang penghentian dan pelarangan penempatan TKI pada kawasan Timur Tengah.

"Kami terus berkoordinasi bersama BP2MI untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Sementara Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan modus perusahaan penyalur CPMI yaitu melakukan blusukan ke perkampungan dan menjanjikan pekerjaan dengan gaji yang besar.

"Para CPMI ini ngaku didatangi oleh calo dijanjikan untuk mendapat pekerjaan dan mendapat gaji yang lumayan," ujarnya.

Ia amenuturkan, calo perusahaan penyalur adalah kaki tangan yang turun ke desa-desa kemudian mendekati masyarakat atau calon korban. Para calo ini menjanjikan pekerjaan, gaji yang tinggi, dan menjanjikan semua dokumen akan disiapkan oleh mereka.

"Bahkan agar keluarganya atau suaminya mengikhlaskan calon pekerja berangkat, diberikanlah uang Rp5 sampai 10 juta. Padahal itu uang ikatan dan setelah itu mereka dibawa ke penampungan," jelasnya.

Sejauh ini, dari sebanyak 161 CPMI non-prosedural itu, 37 diantaranya akan dipulangkan ke rumah masing-masing. BP2MI bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) daerah CPMI itu berasal untuk proses pemulangan.

"Sebanyak 37 orang sudah dievakuasi dan sekarang sudah di shelter BP2MI di Ciracas," pungkasnya. (MI/O2)

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait