#covid-19#viruskorona#dkijakarta

Rasio Pelacakan Covid-19 Ditingkatkan Usai Kerumunan Petamburan

Rasio Pelacakan Covid-19 Ditingkatkan Usai Kerumunan Petamburan
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Kesehatan meningkatkan rasio pelacakan kontak erat menjadi 1 berbanding 30 orang di tingkat kecamatan usai kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Pemerintah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga menerjunkan lima ribu pelacak kontak erat terutama di 10 provinsi prioritas. 

“Setiap satu orang terpapar Covid-19 ada 30 orang yang dilacak. Ini pelacakan agresif di tingkat kecamatan terutama yang memiliki kerumunan dengan massa besar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, dalam konferensi pers Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta Timur, Minggu, 22 November 2020.

Budi mengatakan masyarakat yang menghadiri kerumunan bakal dipantau secara intensif dalam untuk 14 hari ke depan. Hal itu sebagai upaya penanganan dan pengendalian Covid-19.

Berita terkait: Klaster Covid-19 Petamburan Menjadi 30 Orang

Sementara itu, pemerintah menerjukan lebih dari lima ribu pelacak kontak erat di 10 provinsi prioritas. Yakni Bali, Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

“(Penambahan pelacak) untuk menggencarkan pelacakan dan berharap masyarakat terbuka (dilacak) sebagai kontribusi memotong mata rantai penularan,” ujarnya.

Dia mengimbau tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemimpin daerah menjadi teladan bagi masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk mendorong agar masyarakat mau dilacak supaya penanganan Covid-19 bisa maksimal.

“Butuh kerja sama untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 agar segera bisa diatasi,” katanya.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait