koronacoronavirusRapidTest

Rapid Test Massal di Lampura Tergantung Anggaran

( kata)
Rapid Test Massal di Lampura Tergantung Anggaran
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara, Wardiyanto SR, di ruang kerjanya, Kamis, 6 Agustus 2020. Yudhi Hardiyanto

KOTABUMI (Lampost.co) -- Pelaksanaan rapid test massal di Lampung Utara nampaknya belum bisa dilakukan lantaran terkendala anggaran dari pemkab. Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Wardiyanto SR, Kamis, 6 Agustus 2020.

Wardiyanto mengatakan, secara umum Dinkes Lampung Utara siap menggelar rapid test massal covid-19. Jumlah tenaga kesehatan di 27 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan ditambah tenaga kesehatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, dan tiga unit mobil yang diperuntukkan guna membawa hasil rapid test ke lab dianggap memadai.

"Hanya saja untuk persiapan alat rapid test berikut akomodasi selama pelaksanaan rapid test massal, tergantung dari alokasi anggaran yang disiapkan Pemkab," ujarnya. 

Menurutnya, alat rapid test covid-19 yang  ada di Dinkes Lampung Utara saat ini tercatat sebanyak 1.125 unit. Sementara untuk menggelar rapid test massal harus ditambah sebab harus sebanding dengan jumlah penduduk di kabupaten yang akan menjalani rapid test. Selain itu, akomodasi penunjang selama pelaksanaan rapid test massal bagi tim juga mesti disiapkan. 

"Pelaksanaan rapid test massal bekerja sama dengan Satgas penanganan  covid-19 Pemprov Lampung setiap saat dapat dilakukan. Tapi untuk pelaksanaan mesti didukung dengan kesiapan anggaran yang dialokasikan daerah secara khusus," kata dia menambahkan. 

Untuk pelaksanaan rapid test covid-19, di kabupaten baru sebatas penerbitan Surat Keterangan Sehat (SKS) bebas covid-19 sebagai syarat mendapatkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), khusus bagi masyarakat yang berkepentingan ke luar daerah. Sedangkan tempat pelaksanaan dipusatkan di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Utara, Gedung Korpri Kotabumi, setiap Senin, Rabu, dan Jumat. 

"Kuota pendaftaran guna mendapatkan SIKM setiap pelaksanaan rapid test hanya di jatah 30 orang dan di Lampura, jumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19, merujuk data Dinkes tercatat ada 15 orang dan kabupaten ini ditetapkan sebagai wilayah zona kuning," ungkapnya.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar