#kpk#rektorunila#suap#korupsi

Rangkaian Kegiatan KPK di Lampung Kumpulkan Barang Bukti soal Kasus Suap Pimpinan Unila

Rangkaian Kegiatan KPK di Lampung Kumpulkan Barang Bukti soal Kasus Suap Pimpinan Unila
Rumah Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, di Jalan Komarudin, Rajabasa Jaya, Bandar Lampung, sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu, 24 Agustus 2022. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPK melakukan penggeledahan secara maraton usai menetapkan 3 Pejabat Universitas Negeri Lampung (Unila), yakni Rektor Karomani, Wakil Rektor I Heriyandi, dan Ketua Senat M. Basri, sebagai tersangka suap seleksi mahasiswa baru jalur mandiri. Penggeledahan tersebut dilakukan di sejumlah lokasi di Lampung. 

Berikut rangkaian penggeledahannya: 

Senin, 22 Agustus 2022

Delapan mobil ber pelat B (Jakarta) tiba di Gedung Rektorat Unila sekitar pukul 09.10 WIB. Penggeledahan berlangsung lebih dari 12 jam. Dari Gedung Rektorat Unila, Penyidik KPK keluar dengan membawa lima koper yang dimasukkan ke dalam mobil. 

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Yulianto mengatakan ratusan Surat Keputusan (SK) dibawa tim penyidik KPK. Yulianto juga mengatakan bahwa ruang kerja Rektor sempat disegel oleh KPK sebelum digeledah.  

Dari pemeriksaan Gedung Rektorat, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah dokumen terkait dengan perkara. 

"Ditemukan dan diamankan bukti-bukti antara lain sejumlah dokumen dan barang elektronik yang diduga dapat mengungkap terkait peran para Tersangka," ujar Ali. 

Selasa, 23 Agustus 2022

KPK melanjutkan penggeledahan ke gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Unila, Kantor Dekanat Fakultas Hukum, dan Kantor Fakultas FKIP Universitas Lampung. 

Dari ketiga lokasi tersebut, tim penyidik KPK mendapatkan barang bukti dokumen terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2022 seperti surat menyurat pengawas, data jumlah mahasiswa, dan undangan rapat tentang penetapan kuota mahasiswa tahun 2022.

Di Fakultas Hukum, penyidik memeriksa empat pimpinan, yakni Dekan Hukum Dr. M. Fakih, Wakil 1 Bidang Akademik Dan Kerja Sama, Dr. Rudi Natamihardja, Wakil 2 Bidang Umum Dan Keuangan, Yulia Neta, dan Wakil 3 Bidang Kemahasiswaan Dan Alumni, Depri Liber Sonata. 

Baca juga: Geledah Delapan Jam, KPK Bawa Uang Miliaran dari Rumah Karomani


Rabu, 24 Agustus 2022

KPK melanjutkan penggeledahan ke sejumlah lokasi. Salah satunya yakni kediaman dari tersangka Karomani di Jalan H Komarudin, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Selain itu, KPK juga menggeledah kediaman beberapa pihak lain yang terkait. 

Terlihat sebanyak empat mobil berplat B terparkir di halaman depan rumah mewah Karomani yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Penggeledahan berlangsung selama berjam-jam. 

Saat keluar rumah, tim penyidik KPK membawa tiga koper, satu tas jinjing dan satu buah plastik berwarna hitam.

Jubir KPK mengatakan dari hasil penggeledahan beberapa lokasi, disita uang dan barang seperti laptop dan flashdisk. Uang yang diamankan dalam pecahan rupiah, dolar Singapura dan euro itu bahkan mencapai angka Rp2,5 M

"Ditemukan dan diamankan kembali, di antaranya berbagai dokumen terkait administrasi kemahasiswaan, barang elektronik dan juga sejumlah uang dengan pecahan rupiah maupun pecahan mata uang asing," kata Ali Fikri. 

Secara paralel, di hari yang sama, KPK juga melakukan penggeledahan di rumah keluarga Karomani di Jalan Sultan Haji I Gang Dahlia, Kedaton Bandar Lampung. Tim penyidik membawa satu koper berwarna hitam dalam penggeledahan tersebut. 

Tak berhenti di rumah Karomani, pada malam hari KPK melanjutkan penggeledahan di rumah Ketua Senat Unila M. Basri uang juga tersangka kasus suap. 

Rumah itu berlokasi di Perumahan Korpri di Jalan Korpri Raya, Harapan Jaya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung. 

Sekitar 1, 5 jam menggeledah, tim penyidik KPK keluar dengan membawa satu koper hitam berukuran besar. Masing-masing petugas turut membawa tas ransel besar yang belum diketahui isinya. 

Ali menuturkan, semua temuan dalam penggeledahan tersebut akan dianalisis dan disita jika terkait perkara. 

"Tim penyidik akan menganalisis dan menyita bukti-bukti tersebut untuk kemudian dimasukkan dalam berkas perkara para tersangka," ungkap Ali. 

Kamis, 25 Agustus 2022 

Pada hari ke-empat, penyidik KPK kembali melanjutkan penggeledahan di beberapa lokasi. Lokasi pertama KPK menyambangi kediaman Ari Meizary, yang diketahui adalah adik kandung dari tersangka kasus suap Unila, Andi Desfiandi. 

Namun saat digeledah, Ari tidak berada di kediamannnya. Ia sedang di Jakarta. 

Menurut anggota Linmas setempat yang ikut diminta menyaksikan penggeledahan kediaman Ari, penyidik tidak membawa satu barang pun dari dalam rumah. Hanya ada pemeriksaan tanya jawab dari penyidik ke Istri Ari Meizary. 

"Nggak ada yang dibawa, kalau koper tadi isinya seperti mesin atau alat perekam saja. Tapi semua bagian rumah diperiksa," kata Sanim, petugas linmas setempat. 

Usai menggeledah rumah keluarga tersangka Ary Meizary, ke-empat mobil penyidik KPK melaju ke Kabupaten Pesawaran.

Ternyata kali ini kediaman milik sekretaris Wakil Rektor I, Heriyandi yang digeledah KPK. Sekretaris itu bernama Tri Widioko, yang ikut dalam kegiatan Unila di Bandung. Dia juga ada saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Karomani dan kawan-kawan. 

Tri Widioko mengatakan KPK tidak menggeledah rumahnya, hanya melontarkan beberapa pertanyaan terkait kegiatan apa saja yang dilakukan selama kegiatan di Bandung. 

"Nggak ada penggeledahan, nggak ada hubungannya sama kasus bapak (Heriyandi). Sudah ya, terima kasih teman-teman," kata dia.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait