#randis#rusak#pesisirbarat

Randis Peratin di Pesisir Barat Tinggal Rangka

( kata)
Randis Peratin di Pesisir Barat Tinggal Rangka
Kondisi randis motor dari Kecamatan Lemong, Pesisir Barat hanya menyisakan rangka. Kamis (6/22020). Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Kendaraan dinas (randis) roda dua (R2)  yang diduga milik para peratin di  Kecamatan Lemong,  Pesisir Barat tidak terawat. Seorang warga ER melihat kondisi randis-randis tersebut saat berada di depan kantor DPRD Pesisir Barat  mengatakan kondisi  motor tersebut miris.

Hanya menyisakan kerangka tanpa mesin, roda, tangki bensin, dan onderdil pendukung lainnya. "Motor Randis yang sejatinya dipakai oleh pejabat negara kok bisa hancur seperti itu,  seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat bukan malah mencontohkan perilaku yang tidak amanah terhadap fasilitas yang dia terima," kata dia, Kamis, 6 Februari 2020.

Ia menyayangkan hal tersebut. Semestinya pejabat pekon khususnya para peratin berilmu dan punya etika yang bisa menjaga kepercayaan rakyat yang telah memilih mereka.

"Meskipun Randis tersebut sudah lama,  tapi minimal dikembalikan masih lengkap  ada mesin, roda,  tank dan body lainnya, jangan sampai tinggal kerangka yang terjadi saat ini.  Apa lagi kan peratin sekarang sudah mengelola uang sampai miliaran rupiah per pekon.

Ia berharap bupati bisa mengecek dan member sanksi tegas kepada pertain yang tidak amanah tersebut.

“ Alangkah prihatinnya melihat Randis yang diamanahkan tidak bisa terawat dan dia berharap agar kiranya Bupati bisa mengkroscek dan memberikan sangsi tegas terhadap oknum peratin yang tidak menjaga aset negara tersebut," kata dia.

Sementara,  Kabid aset Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Pesisir Barat  Unzir membenarkan bahwa randis tersebut milik para pertain, Kecamatan Lemong. Namun ia enggan menjelaskan penyebab randis tinggal rangka.

 "Ada empat motor. Ini kan memang motor yang tadinya mau diaudit bapak bupati,  pada zaman Camat Lemong, Miswandi. Tapi kondisi sudah rusak berat.  Kalau masalah nggak ada mesin dan ban beserta tangki  dan pendukung lainnya, tau sendiri lah itu kan dari zaman ibu Mega (presiden Megawati-red)," pungkasnya.

Camat Lemong, Nursin Chandra, pun tak menjawab detil saat ditanya kondisi randis miris itu. "Nanti saja ya," kata dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar