#SAMBO#BRIGADIRJ

Ramai-ramai Menggantungkan Harapan kepada Wakil Tuhan di Kasus Brigadir J

Ramai-ramai Menggantungkan Harapan kepada Wakil Tuhan di Kasus Brigadir J
Persidangan pembunuhan Brigadir J di PN Jakarta Selatan. Dok. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Pembacaan tuntutan kepada lima terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) rampung. Tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dirasa kurang memuaskan bagi seluruh kubu terdakwa, bahkan masyarakat.

Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf masing-masing dituntut hukuman penjara delapan tahun. Publik semakin gempar usai tahu tuntutan penjara terhadap Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) mencapai 12 tahun.

Dalam rangkaian persidangan, setiap kubu boleh jadi berbeda pandangan dan memiliki argumen masing-masing. Namun ada kesamaan di antara mereka, yakni menggantungkan harapan kepada putusan majelis hakim.

"Kami harapkan majelis hakim sebagai wakil Tuhan mempertimbangkan status justice collaborator (atau JC Bharada E)," kata Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy, usai pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 18 Januari 2023.

Ronny heran dengan tuntutan Bharada E yang dinilai mengusik rasa keadilan. JPU disebut tidak mempertimbangkan status JC serta kontribusi Bharada E yang membuka kotak pandora kasus tersebut.

Sambo dan Putri yang diwakili kuasa hukum Rasamala Aritonang serta Febri Diansyah turut menyandarkan harapan kepada hakim. Rasamala berharap majelis hakim objektif dan melihat seluruh fakta.

"Kami harap majelis mempertimbangkan kedua sisi (jaksa dan Sambo)," ujar Rasamala usai pembacaan tuntutan Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 17 Januari 2023.

Senada, Febri menilai tuntutan JPU tidak konsisten dengan motif terjadinya pembunuhan berencana. JPU juga dituding mengabaikan sejumlah fakta, salah satunya peristiwa kekerasan seksual pada 7 Juli 2022. Pembuktian itu akan menjadi salah satu isi pleidoi Putri.

"Kami berharap semoga dengan terungkapnya kebenaran di persidangan ini, tergeraknya nurani majelis hakim memilah mana yang benar dan tidak," ucap Febri usai pembacaan tuntutan Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 18 Januari 2023.

Majelis hakim lagi-lagi menjadi tumpuan untuk memutus perkara. Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum Ricky, Erman Umar, yang menyebut jaksa boleh saja menuntut, tapi keputusan final di tangan hakim.

"Jangan sampai kita jadi peradilan sesat. Imbauan untuk majelis hakim supaya jernih dan takut kepada Tuhan karena dia wakil Tuhan di bumi," tutur Erman usai pembacaan tuntutan Ricky di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 16 Januari 2023.

Kubu Kuat juga akan menyampaikan pleidoi. Kuasa Hukum Kuat, Irwan Irawan, kecewa dengan tuntutan terhadap kliennya.

"Karena dengan kapasitas Kuat dalam beberapa kali persidangan (mengaku) tidak tahu-menahu peristiwa ini," ucap Irwan usai pembacaan tuntutan Kuat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 16 Januari 2023.

Respons Keluarga Brigadir J

 

Keluarga Brigadir J merespons tuntutan terhadap lima terdakwa. Pihak keluarga merasa sangat kecewa dan emosional.

"Setelah pembacaan tuntutan, ibunda Brigadir J menangis-nangis di rumahnya, merasakan ketidakadilan hukum di Indonesia," kata Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 18 Januari 2023.

Kubu Brigadir J menilai tuntutan terhadap Sambo, Putri, Ricky, dan Kuat terlalu ringan. Sedangkan, tuntutan terhadap Bharada E dinilai terlalu berat. Apalagi, keluarga Brigadir J sudah memaafkan perbuatan Bharada E, mengakui status JC, dan mengapresiasi kontribusi keterangannya dalam persidangan.

"Nyawa korban dirampas, keluarga diintimidasi, (Brigadir J) dituduh memerkosa, kekerasan seksual, tapi hanya delapan tahun. Bukan cuma keluarga korban yang marah, masyarakat juga marah," jelas Martin.

Belakangan, Kejaksaan Agung buka suara soal tuntutan pidana penjara 12 tahun yang diajukan JPU terhadap Bharada E. Tuntutan itu terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Kalau kami tidak pertimbangkan sikap LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), mungkin saja akan lebih tinggi (tuntutannya). 12 tahun ini sudah kami ukur dengan parameter pidana yang jelas," kata Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana kepada wartawan, Kamis, 19 Januari 2023.

Lantas, Martin menegaskan Sambo, Putri, Ricky, dan Kuat tidak kooperatif dalam persidangan. Kemudian tidak mau mengakui kesalahan mereka.

"(Harapannya) hakim yang memeriksa perkara ini dapat lebih berani dalam mengambil keputusan," kata Martin.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait