#curanmor#pencurian

‘Raja Curanmor’ Gasak 80 Motor dari Parkiran Pusat Perbelanjaan

‘Raja Curanmor’ Gasak 80 Motor dari Parkiran Pusat Perbelanjaan
Kapolrestabes Palembang Kombes Polisi Mokhamad Ngajib menginterogasi tersangka kasus pencurian sepeda motor di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/11/2022). (ANTARA/M Riezko Bima Elko)


Palembang -- Aparat kepolisian menangkap dua pencuri motor (curanmor). Mereka beraksi hingga 80 kali dengan menyasar parkiran di kawasan pusat perbelanjaan di Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Palembang, Komisaris Besar Mokhamad Ngajib, mengatakan pelaku SN (29), warga Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin, dan AN (26), warga 5 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang.

"Keduanya ditangkap dalam operasi penyergapan di rumah mereka pada Senin malam (14 November 2022) sekitar pukul 21.00 WIB," kata Ngajib, Selasa, 15 November 2022.

BACA JUGA: Residivis Curanmor Dipergoki Warga Bobol Toko di Tanggamus

Dalam operasi penangkapan AN dan SN, polisi mendapatkan barang bukti 14 unit motor hasil curian yang akan dikembalikan kepada para korban.

Menurut Ngajib, penangkapan kedua pelaku pencurian motor itu setelah polisi melakukan pengembangan penyelidikan atas laporan masyarakat yang jumlahnya sebanyak 59 kasus kehilangan motor dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagian besar masyarakat dalam laporannya itu mengaku kehilangan motor saat parkir dalam kawasan pusat perbelanjaan atau toko swalayan di sejumlah tempat di Palembang.

Dari sekian kasus pencurian motor yang dilakukan tersangka, di antaranya di halaman parkir Indomaret Jalan PDAM, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat II, Minggu siang, 26 Juni 2022, sekitar pukul 13.00 WIB.

"Tersangka mengaku target utama mereka motor yang terparkir tanpa pengaman ganda. Kemudian kontaknya dirusak menggunakan kunci T modifikasi," ujar Kapolrestabes.

Motor hasil curian mereka jual ke penadah di luar Palembang dan saat ini masih dalam penyelidikan polisi.

Ngajib menyebutkan kedua tersangka menjalankan aksi kejahatannya secara komplotan karena indikasi setiap kasus saling berkaitan dan jumlah TKP yang banyak.

Apalagi kedua tersangka itu dijuluki 'raja curanmor' dan berdasarkan catatan kepolisian keduanya residivis kasus curanmor dengan jumlah laporan kasus cukup banyak.

"Kami mengantongi identitas para pelaku lainnya dalam kasus ini," ujarnya.

Dia pun mengultimatum para pelaku lainnya untuk segera menyerahkan diri. Selain itu, personel kepolisian secara masif terus menyosialisasikan kepada masyarakat terkait pencegahan dan imbauan bahaya pencurian motor yang dilakukan baik dalam bentuk pamflet, baliho, hingga komunikasi langsung ke perkampungan melalui Bhabinkamtibmas.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait