#pwnu

PWNU Lampung Tegaskan Gedung LNC Milik Karomani 

PWNU Lampung Tegaskan Gedung LNC Milik Karomani 
Pengesahan Gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) yang disahkan oleh Karomani dan Saiq Aqil Siraj pada 15 Agustus 2022. (Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung angkat bicara usai kuasa hukum Prof Karomani, yakni Ahmad Handoko, menjelaskan uang suap yang diterima rektor digunakan untuk pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) .

Wakil Ketua PWNU Provinsi Lampung, Juwendra Asdiansyah, mengungkapkan, Lampung Nahdliyin Center merupakan gedung yang dibangun atas inisiatif Karomani dan tidak melibatkan NU di semua level. Mulai dari PBNU, PWNU, hingga PCNU.

Juwendra melanjutkan kasus yang menimpa Karomani adalah kapasitas dia sebagai rektor Unila. Hal itu tidak terkait kapasitasnya sebagai wakil ketua PWNU Lampung. 

"Terkait pembangunan Lampung Nahdliyin Center, Karomani ditangkap KPK. Perlu diinformasikan Gedung LNC itu merupakan yang dibangun atas inisiatif sendiri dari pak Karomani, sama sekali beliau tidak melibatkan NU sebagai organisasi di semua level PBNU, PWNU, PCNU, dan sebagainya," kata Juwendra, melalui telepon, Sabtu, 10 September 2022. 

Menurutnya, terkait alasan Karomani membangun LNC, hal itu bisa ditanyakan kepada Karomani sendiri mengapa ia membangun gedung itu. 

"Tetapi secara garis besar bisa diterangkan warga NU atau Nahdliyin seorang pecinta NU itu lazim ketika menjadi anggota organisasi timbul rasa cinta, memiliki rasa kepemilikan yang dia ikuti, termasuk orang yang ikut bagian NU, mereka adalah pencinta NU," jelasnya. 

Baca juga: Uang Suap Dipakai Karomani untuk Bangun LNC

Juwendra melanjutkan karena kapasitas Karomani sebagai rektor Unila, maka bentuk ekspresi kecintaannya lebih dalam ketimbang kader-kader NU lainnya yang secara struktur jabatan lebih tinggi. 

"Karena dia rektor maka dia bisa menginisiasi hal itu. Jadi, perlu saya tegaskan ini murni inisiatif pak Aom, tidak sama sekali merupakan aktivitas atau program organisasi NU. Tidak sama sekali, itu inisiatif pribadi (Karomani)," katanya. 

Selain itu, Juwendra mengatakan Karomani tidak berkoordinasi dengan PWNU Lampung terkait pembangunan LNC. 

"Makanya gedung itu namanya LNC, Nahdliyin itu manusia-manusia NU. Dia bukan Nahdlatul Ulama, karena menggunakan nama NU itu memang harus ada prosedurnya, secara administrasi tidak boleh sembarangan menggunakan nama NU untuk bentuk bangunan yang bersifat formal," pungkasnya.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait