pilkada

Putusan Bersifat Final, Keberatan Bisa Ajukan ke Bawaslu RI

Putusan Bersifat Final, Keberatan Bisa Ajukan ke Bawaslu RI
(Dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembacaan putusan sengketa dugaan pelanggaran Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) oleh majelis pemeriksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung pada 6 Januari 2021 bersifat final. 

Anggota Majelis pemeriksa sidang TSM Tamri Suhaimi mengatakan jika kuasa hukum pasangam calon (paslon) merasa keberatan atas hasil putusan sidang TSM yang dibacakan bisa mengajukan keberatan ke Bawaslu Republik Indonesia (RI). 

"Putusan ini bersifat final, namun jika kuasa hukum paslon merasa keberatan bisa mengajukan gugatan kembali ke Bawaslu RI. Di Bawaslu nanti putusannya bersifat final dan mengikat, tidak ada lagi upaya-upaya lain," katanya. 

Kemudian majelis pemeriksa memutuskan berdasarkan fakta persidangan ataupun yang terungkap, baik dari pelapor, terlapor, pihak terkait, dan sebagainya. 

"Yang jelas itu nanti kita plenokan dulu dalam waktu dekat ini, sesuai dengan fakta persidangan di masing-masing panel, baru nanti kita rumuskan apa yang harus kita ambil tergantung dari fakta-fakta persidangan," ujarnya. 

Sebelumnya, terdapat dua daerah yang mengajukan sengketa dugaan pelanggaran adiministrasi TSM yakni Bandar Lampung oleh paslon nomor urut 02 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo dengan paslon 03 Eva Dwiana-Deddy Amarullah. 

Lampung Tengah oleh paslon nomor urut 03 Nessy Kalvia-Imam Suhadi dengan paslon 02 Musa Ahmad-Ardito Wijaya. Putusan hasil tersebut akan dibacakan di Hotel Bukti Randu pada Rabu, 6 Januari 2021 mendatang.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait