pilkadabawaslupelanggaran

Putusan Bawaslu Soal Pembatalan Eva-Deddy Disebut Timbulkan Perdebatan

Putusan Bawaslu Soal Pembatalan Eva-Deddy Disebut Timbulkan Perdebatan
Pembacaan putuan sidang pelanggaran TSM Pilkada Bandar Lampung, Rabu, 6 Januari 2021. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bawaslu Lampung mengabulkan dugaan pelanggaran Administrasi yang Terstruktur Sistematis dan Massif (TSM) pada Pilkada Bandar Lampung 2020. Keputusan itu memerintahkan KPU Bandar Lampung untuk mendiskualifikasi Paslon 03, Eva Dwiana dan Deddy Amarullah.

Menanggapi hal tersebut, Konsultan Politik Citra Indonesia, Soeyanto mengatakan dalam keputusan Bawaslu akan menimbulkan perdebatan hukum di kalangan masyarakat dan elit sebab segala kemungkinan bisa terjadi di Mahkamah Agung (MA).

Baca juga: Bawaslu Diskualifikasi Paslon Eva Dwiana-Deddy

"Pemegang kebijakan tidak sesederhana itu dengan mudah membatalkan orang yang sudah menang mutlak untuk mengangkat paslon nomor peraih suara terbanyak di bawahnya, pasti membutuhkan pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu sebelum diambil keputusan," katanya Rabu, 6 Januari 2020.

Menurutnya, gabungan partai politik maupun masyarakat pasti tidak akan tinggal diam melihat situasi yang terjadi. Pasalnya jumlah raihan suara antar keduanya sangat jauh, itu menandakan masyarakat konsisten dan percaya keberadaan paslon 03 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah.

"Seharusnya Bawaslu setempat sudah menangani perkara seperti yang disangkakan seperti politisasi bansos, netralitas ASN, dan lainnya. Sebenarnya mudah untuk diawasi dan mudah untuk dilakukan teguran sebelumnya" katanya.

Soeyanto menambahkan, kalaupun terjadi pemungutan suara ulang (PSU) pasti hasil tidak akan jauh beda dari penghitungan suara sebelumnya, dan negara akan berpikir sekian kali untuk mengabulkan hal tersebut yang akan merugikan puluhan miliar uang negara.

"Yang namanya dianggap diperdaya kalau selisihnya satu sampai dua persen, kalau sudah 40 persen sudah jauh. Kalau bicara kecurangan semua kandidat pasti melakukan kecurangan," tambahnya.

Ia menambahkan, seandainya paslon 03 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah dibatalkan pencalonannya, tidak serta-merta paslon di bawahnya naik menjadi pemenang atau menjadi Wali Kota.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait