#pendidikan#pandemi

Putus Sekolah Jenjang SD Naik 10 Kali Lipat Selama Pandemi

Putus Sekolah Jenjang SD Naik 10 Kali Lipat Selama Pandemi
Siswa SD. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Sekjen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, menyebut pandemi covid-19 berdampak negatif pada dunia pendidikan. Salah satunya, peningkatan angka putus sekolah karena anak didik ikut membantu ekonomi keluarga selama pandemi.

"Sebagai contoh saja anak-anak yang putus sekolah untuk anak SD saja meningkat 10 kali lipat dibanding pada 2019. Banyak sekali tekanan dari orang tua khususnya tekanan ekonomi yang memaksa mereka untuk mengajak anaknya bekerja," tutur Suharti dalam webinar kesiapan pelaksanaan PTM terbatas, dikutip dari Medcom.id, Selasa, 4 Januari 2022.

Baca juga: 4.063 Siswa SMA Putus Sekolah Sepanjang 2021

Selain itu, angka putus sekolah ini juga disebabkan orang tua yang merasa pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak efektif. PJJ diartikan sama dengan tidak sekolah.

"Orang tua yang merasa pembelajaran jarak jauh yang diikuti anaknya tidak memberikan kemampuan bagi mereka, dan merasa sama saja anak-anak tidak sekolah, jadi mereka juga tidak menyekolahkan anaknya," terangnya.

Bahkan, penurunan jumlah peserta didik ini tidak hanya terjadi di jenjang SD. Penurunan peserta didik juga terjadi hingga pada jenjang perguruan tinggi.

"Beberapa kepala lembaga perguruan tinggi di Indonesia ada yang menyampaikan kepada kami, jumlah peserta didik untuk perguruan tinggi juga turun banyak sekali yang menjadi tidak aktif kuliah," sambungnya.

Kemendikbudristek terus mencari cara agar para pelajar maupun mahasiswa untuk dapat kembali ke sekolah maupun ke perguruan tinggi. Sebab, banyak dampak yang ditimbulkan ketika anak tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar, bukan hanya learning loss.

"Termasuk bertambahnya kekerasan dalam rumah, risiko pernikahan anak, dan eksploitasi anak yang meningkat cukup tinggi," tutur Suharti.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait