#beritalampung#pupuk#ekbis

Pusri Pastikan Stok Pupuk di Lampung Tersedia Sesuai Ketentuan

Pusri Pastikan Stok Pupuk di Lampung Tersedia Sesuai Ketentuan
Rapat koordinasi distributor pupuk bersubsidi. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co): Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pupuk dan petrokimia, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan tersedianya stok pupuk baik urea mapupun NPK, sesuai dengan alokasi dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Memasuki pertengahan tahun 2022 ini, Pusri memastikan stok pupuk bersubsidi cukup dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Vice President Humas Soerjo Hartono menjelaskan bahwa hingga 27 Juli 2022 stok pupuk urea bersubsidi disemua wilayah rayonisasi tanggungjawab Pusri sebesar 103.747,30 ton dan sebesar 21.181,70 ton untuk NPK bersubsidi.

“Untuk wilayah Lampung stok yang masih tersedia yaitu 19.124 ton untuk Urea bersubsidi dan 12.091 ton untuk NPK bersubsidi. Tentunya dengan stok yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan petani di Lampung," saat rapat Koordinasi Distributor Pupuk Bersubsidi PT Pusri Palembang Penjualan Lampung di Hotel Nusantara Syariah, Bandar Lampung, Kamis, 28 Juli 2022.

Soerjo mengatakan selain bertanggung jawab menyediakan pupuk bersubsidi ini juga guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani, Pusri juga menyiapkan stok pupuk non subsidi dan produk inovasi Pusri, seperti pupuk NPK 15-15-15 dan NPK 16-16-16 untuk tanaman pangan, NPK 12-12-17-2 dan NPK 13-6-27-4 untuk komoditi sawit, serta pupuk spesial komoditi yaitu NPK Singkong dan NPK Kopi.

"Semua formula NPK anggota perusahaan di bawah PT Pupuk Indonesia (Persero), memiliki spesifikasi atau formula NPK bersubsidi yang sama yaitu 15-10-12. Formula ini sangat baik untuk tanaman namun harus ditambah lagi oleh pupuk tunggal lainnya seperti urea, SP-36 dan ZA," tuturnya.

“Petani tidak perlu khawatir, karena NPK yang kami produksi sudah sesuai dengan SNI dan aturan dari pemerintah," sambungnya.

Ia pun mengatakan harga pupuk urea bersubsidi adalah Rp2.250 per kilo dan Rp2.300 per kilo untuk NPK bersubsidi. Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk bersubsidi ditetapkan dengan asumsi bahwa petani menebus secara langsung di kios resmi, membeli secara utuh per sak (tidak eceran) dan membayar lunas atau tunai.

“HET ini tercantum di setiap kios-kios resmi kami dan telah kami informasikan kepada masing-masing kios agar menjual sesuai dengan HET yang telah ditetapkan," jelasnya.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi, lanjutnya, Kementan telah menetapkan sejumlah ketentuan. Diantaranya, petani wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektar.

"Selain itu petani juga harus menyusun dan memiliki alokasi pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), serta pada wilayah tertentu menggunakan Kartu Tani," paparnya.

Kepala Bidang PSP Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Indriatmoko mengatakan kegiatan hari ini PT Pusri Palembang melaksanakan sosialisasi Permentan no 10 tahun 2022 bersama dengan distributor se-Provinsi Lampung.

"Seperti kita ketahui bahwa di dalam Permentan itu menyangkut adanya kebijakan baru dalam rangka perbaikan tata kelola untuk pupuk bersubsidi di Indonesia, jenis pupuk subsidi sekarang hanya urea dan NPK kemudian ada 9 komoditas yang mendapatkan pupuk subsidi," ujarnya.

Indriatmoko menuturkan pihaknya tetap ingin mengamankan kebijakan yang sudah menjadi kebijakan nasional sebagai salah satu produsen ubi kayu nasional. Sementara ubi Lampung tidak masuk alokasi mendapatkan pupuk subsidi.

"Pemerintah daerah ingin mempertahankan bahwa Lampung tetap menjadi sentral utama ubi kayu nasional. Tapi kami akan menggunakan teknologi diantaranya adalah pupuk organik dan evensensi penggunaan aplikasi pupuk," kata dia.

"Kalau untuk penyaluran subsidi itu di dalam Permentan tidak berubah yang berubah itu hanya jenis pupuk subsidi dan komoditas yang mendapatkan pupuk subsidi, tapi untuk penyaluran mengacu pada Permendag Nomor 15 Tahun 2013," lanjutnya.

Sementara itu, SVP Penjualan Wilayah Barat Pupuk Indonesia Agus Susanto menjelaskan pada dasarnya Pupuk Indonesia itu sebagai yang ditugaskan oleh Pemerintah lewat kementerian Pertanian untuk menyalurkan pupuk subsidi.

"Tentunya kami ikut dengan peraturan pemerintah sekarang Permentan. Di mana pupuk subsidi hanya dua yakni pupuk urea dan NPK kepada petani dengan jumlah 9 komoditas yang ditentukan," ujarnya.

Dia menambahkan meski ubi kayu tidak masuk dalam 9 komoditas. Pupuk Indonesia akan menyiapkan segala sesuatunya yang diperlukan petani yang ada di Provinsi Lampung.

"Pupuk Indonesia dari anak perusahaan di Lampung ini khsusunya PT Pusri Palembang menyiapkan yang diperlukan petani yang ada di Provinsi Lampung . Terkait dengan mekanisme penyaluran pupuk subsidi kami masih mengikuti Permendag," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait