#lampung#puskesmassumberejo#tanggamus#kesehatanmental

Puskesmas Sumberejo Tanggamus Buka Layanan Deteksi Dini Kesehatan Jiwa

Puskesmas Sumberejo Tanggamus Buka Layanan Deteksi Dini Kesehatan Jiwa
Petugas kesehatan Puskesmas Sumberejo, Kabupaten Tanggamus melaksanakan pemeriksaan kepada masyarakat. (Dok/Puskesmas)


Kotaagung (Lampost.co)--Puskesmas Sumberejo di Kabupaten Tanggamus menyediakan layanan deteksi dini kesehatan jiwa yang dapat diakses oleh masyarakat secara langsung di Posbindu Cerdik Jiwa juga melalui online.

Salah satu dokter yang bekerja di Puskesmas Sumberejo, dr. Mediska Arta Pramesti, Posbindu Cerdik Jiwa dilaksanakan enam kali dalam sebulan di enam pekon yang menjadi wilayah kerjanya. Sementara itu, pelayanan di puskesmas berlangsung setiap hari kerja, mulai dari hari Senin sampai Sabtu, untuk memastikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat.

Masyarakat dapat melakukan deteksi dini secara online dengan menghubungi langsung bidan desa, dokter, atau staf Puskesmas Sumberejo. Deteksi dini juga dilakukan secara rutin setahun sekali untuk anak sekolah, dimana dokter dan timnya mengunjungi sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

"Deteksi dini kesehatan jiwa penting untuk dilakukan oleh setiap orang karena dengan deteksi dini tersebut bila ada masalah kesehatan jiwa dapat segera ditangani agar tidak berkembang menjadi semakin buruk," ujar Mediska kepada Lampost.co saat dikonfirmasi pada Jumat, 28 Juli 2023.

Mediska menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan jiwa oleh setiap orang, karena dengan deteksi dini yang tepat, masalah kesehatan jiwa dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius. Ia berharap melalui Posbindu Cerdik Jiwa, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mental health semakin meningkat.

"Dalam prakteknya, cukup banyak orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak sekolah, orang dewasa yang produktif, dan lansia," ujarnya.

Layanan ini menggunakan metode skrining dengan alat ukur tertentu, yaitu Strength Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk anak usia 11-18 tahun, Self-Reporting Questionnaire 20 (SRQ-20) untuk usia di atas 20 tahun, dan Geriatric Depression Scale (GDS) untuk lansia di atas 60 tahun guna menilai tingkat depresi pada kelompok usia tersebut.

"Dengan adanya layanan deteksi dini kesehatan jiwa ini, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan jiwa mereka, sehingga kualitas hidup dapat lebih baik dan kesejahteraan mental terjamin," kata dia.

EDITOR

Putri Purnama


loading...



Komentar


Berita Terkait