#beritalampung#beritalampungterkini#jalantol#jalurekonomi#pelabuhanpanjang#jtts

Pusat Setujui Pembangunan Jalan Tol Lematang—Pelabuhan Panjang

Pusat Setujui Pembangunan Jalan Tol Lematang—Pelabuhan Panjang
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi saat ditemui di gedung Balai Keratun, Senin, 21 November 2022. Lampost.co/Atika Oktaria S Nilam


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usulan Pemerintah Provinsi Lampung terkait pembangunan jalan tol dari Simpang Susun Lematang Km 74 Ruas Bakauheni—Terbanggibesar (Bakter) ke Pelabuhan Panjang disetujui Pemerintah Pusat. Persetujuan usulan tersebut dengan keluarnya analisis dampak lingkungan (amdal) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi mengatakan salinan amdal tersebut berupa panjang jalan tol dari Lematang ke Pelabuhan Panjang kurang lebih 11 kilometer, lebar badan jalan 3 x 6 meter, lebar bahu dalam 1,5 meter, lebar bahu luar 3 meter, dan lebar media 2,5 meter.

Baca juga: Dinas PU Klaim Perbaiki 80 Persen Jalan Rusak di Bandar Lampung 

"Usulan dari Pemprov Lampung direspons Pemerintah Pusat. Usulan karena memang jalur tersebut merupakan kawasan industri. Dan pasti dengan pembangunan tol tersebut akan memberikan kemudahan," kata Kusnardi, Senin, 21 November 2022.

Usulan Pemprov Lampung tersebut masuk dalam tahap proses dan diharapkan pembangunan sudah berjalan pada 2023. "Dengan berjalannya pembangunan jalan tol tersebut akan ada keuntungan, di antaranya mulai dari upaya peningkatan perekonomian hingga meminimalisasi angka kecelakaan yang sering terjadi di jalur tersebut saat ini," ujarnya.

Sebab, menurut dia, lalu lintas di kawasan Lematang ke Pelabuhan Panjang cukup rumit, khususnya di jalur tanjakan Jalan Sutami atau daerah PJR yang sering terjadi kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa. "Jalur tersebut memang paling banyak dilalui truk besar dan kendaraan umum masyarakat bercampur menjadi satu, jadi berbahaya," katanya.

Dia menambahkan dampak potensial dari pembangunan tersebut mulai dari terciptanya kesempatan kerja, mempercepat waktu perjalanan, dan peningkatan perekonomian. Selain itu, penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan dan getaran serta gangguan aksesibilitas masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Emilia Kusumawati mengatakan telah menerima salinan amdal pembangunan jalan tol tersebut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kami sudah menerima salinan amdalnya, namun terkait kajian dilakukan pusat. Jadi kami hanya menerima salinan saja dan itu memang bagus karena menjadi salah satu upaya mengurai kepadatan kendaraan," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait