#Covid-19#Omicron

Puncak Gelombang Omicron Diprediksi Akhir Januari hingga Awal Februari 2022

Puncak Gelombang Omicron Diprediksi Akhir Januari hingga Awal Februari 2022
Ilustrasi Omicron. Dok ANTARA


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah terus memantau perkembangan pengendalian pandemi covid-19. Terutama pada awal tahun yang dibarengi peningkatan mobilitas masyarakat dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

PPLN menyumbang jumlah kasus Omicron di Indonesia yang cukup signifikan. Kasus aktif per Sabtu, 15 Januari 2022 sebesar 8.463 kasus atau naik 92,38% dari kasus per 1 Januari 2022, yakni 4.399 kasus.

Proporsi kasus aktif dari luar Jawa-Bali sebesar 23,0% (1.944 kasus dari 8.458 kasus nasional). Sedangkan, kasus konfirmasi harian per 15 Januari 2022 adalah 1.054 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 733 kasus.

“Angka reproduksi kasus efektif (Rt) beberapa Pulau mengalami kenaikan, kecuali di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Namun, Rt nasional masih ada di level 1 atau terkendali,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, secara virtual, Minggu, 16 Januari 2022.

Baca: Tiongkok Temukan Kasus Baru Omicron di Tengah Meluasnya Wabah Covid-19 Tianjin

 

Adapun hal yang patut diwaspadai, lanjut Menko Airlangga, adalah jumlah kematian (case fatality rate/CFR) yang dalam dua minggu terakhir meningkat sebesar 29,03% (dari total 31 kasus menjadi total 40 kasus dalam 7 hari terakhir).

Perkembangan penyebaran kasus varian Omicron di Indonesia, per 15 Januari 2021 juga mengalami tren kenaikan kasus, termasuk peningkatan kasus karena transmisi lokal.

Kasus varian Omicron masih didominasi oleh PPLN (78,75%) dan paling banyak adalah pelancong yang baru kembali dari Turki. Belajar dari Afrika Selatan dan Inggris, waktu menuju puncak gelombang varian Omicron adalah 37 dan 42 hari. Meskipun angka kasus tinggi, angka kematian akibat varian Omicron cukup rendah.

“Puncak kasus Omicron diperkirakan mulai terjadi pada akhir Januari atau awal Februari 2022. Lebih kurang 40 hari sejak kasus mulai naik. Maka itu, arahan Bapak Presiden meminta kita sebaiknya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, kalau tidak ada hal yang urgent,” ujar Menko Airlangga.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait