#bantuansosial#bantuansembako#kks#wargamiskin

Puluhan Warga Baktirasa Terima KKS

( kata)
Puluhan Warga Baktirasa Terima KKS
Masyarakat calon penerima bantuan sembako di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat ikuti verifikasi validasi data untuk mendapatkan KKS di Kantor Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kamis (28/5/2020). Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Sebagai bentuk penanggulangan dampak pandemi covid-19, puluhan masyarakat di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai penerima bantuan program sembako.

Berdasarkan informasi yang Lampost.co, puluhan warga sebagai penerima KKS Program sembako itu mengikuti tahapan verifikasi validasi (Verval) data identitas yang dibagikan langsung dari Bank BRI. Dimana, kartu itu sebagai perluasaan peserta penerima program dari bantuan sembako pengganti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kepala Desa Baktirasa, Iis Wahyudi saat dihubungi Lampost.co mengatakan setidaknya ada 66 KPM yang mendapatkan perluasan program sembako dari Kemensos. Namun, setelah diverifikasi hanya ada 57 KPM yang bisa mendapatkan perluasan program sembako. 

"Saat pembagian kartu sekaligus verifikasi, ada sebanyak sembilan KPM yang tidak memenuhi syarat, seperti KPM sudah meninggal sebanyak 2 orang, KPM berstatus TKI (2 orang), KPM diluar daerah/kota (2 orang), KPM tidak ditemukan (2 orang) dan KPM data ganda (1 orang)," kata dia. 

Sementara itu, Kordinator Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Sragi, Asep Debi mengatakan berdasarkan data dari Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos setidaknya ada 483 KKS yang akan dibagikan kepada KPM. Namun, pihaknya baru menyalurkan kartu KKS itu di 3 desa. 

"Kalau data kami terima dari BDT ada 483 KKS. Tapi, untuk jumlah KPM nya belum bisa kami pastikan data riil nya. Soalnya, kami bagikan sambil verifikasi validasi data juga. Khawatirnya ada KPM yang meninggal, pindah domisili, KPM status TKI, KPM diluar kota, tidak ditemukan, KPM data ganda, KPM sudah mampu atau menolak bantuan," kata dia. 

Asep Debi menjelaskan, perluasan program sembako tersebut sebagai upaya pemerintah dalam penanggulangan dampak covid-19 bagi warga terdampak wabah covid-19. Dimana, penerima KKS Perluasan program sembako itu hanya mendapatkan selama sembilan bulan. 

"Masyarakat yang mendapatkan KKS Perluasan bantuan sembako itu sifatnya hanya sementara. Artinya peserta tambahan ini tidak selamanya menerima program itu, hanya terhitung sejak April ini hingga Desember 2020 mendatang. Ya, mudah-mudahan nantinya berkelanjutan," kata dia.

Menurutnya, program ini sama seperti program sembako dan nilai uang dalam kartu itu besarannya juga sama dengan program sembako, yakni sebesar Rp200 ribu. Sedangkan, bantuan yang bakal diterima KPM bentuknya sembako, bukan uang tunai.

"Nanti setelah kartu itu diterima, para KPM bisa mengambil sembako melalui e-warung, dan realisasinya nanti berbarengan dengan program sembako pengganti BPNT. Soalnya, memang ini tambahan peserta dari program itu," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar