Banjir

Puluhan Rumah di Kotabumi Selatan Tergenang Banjir

( kata)
Puluhan Rumah di Kotabumi Selatan Tergenang Banjir
Foto. Dok


KOTABUMI (Lampost.co) -- Sebanyak 41 rumah di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara, Karim Sr mengatakan, berdasarkan data tim reaksi cepat (TRC) BPBD setempat, setidaknya ada 41 rumah terendam air luapan aliran drainase atau siring di kelurahan setempat sampai Kamis, 1 Oktober 2020, malam.

"Itu terbagi atas beberapa titik lokasi genangan air, mulai dari Rt1/lk 1 (5 rumah); Rt 5/lk (12 rumah); Rt 03/lk 04 (10 rumah); Griya Nuwo Maffan (24 rumah)," kata dia didamping Kabid Darlog BPBD Lampura, Meri Edialis kepada Lampost.co, Jumat, 2 Oktober 2020.

Menurutnya, peningkatan debit air hingga membuat sejumlah genangan sampai di kediaman warga terjadi pasca-hujan lebat mulai dari Kamis pagi sampai dengan menjelang  Magrib. Air baru menyusut pada Jumat pagi.

"Tim melakukan pendataan sampai tadi malam, alhamdulillah saat ini keadaan telah berkurang," terangnya.

Sampai dengan hari ini, Meri menambahkan petugas TRC BPBD masih berada di lapangan. Salah satunya adalah kegiatan perbaikkan saluran drainase, di depan Hotel Graha Wisata, Desa Candimas, Kecamatan Abung Selatan.

"Petugas tadi masih bekerja, memperbaiki salurah pembuangan ailr di Graha Wisata Hotel," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, luapan air bah yang berasal dari air hujan yang masuk ke dalam rumah warga telah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini belum ditemukan solusi kongkrit di lapangan sehingga menuwai protes dari warga.

"Jika hujan deras mengguyur diwilayah Kotabumi, pasti berdampak di perumahan ini dan sekitarnya banjir. Tapi belum ada perhatiannya," ujar Iwan (45) salah seorang penghuni perumahan Nuwo Maffan.

Terkait dengan penyebab banjir sendiri, lanjutnya, disinyalir akibat daya tampung saluran drainase tidak memadai karena sangat kecil. Sehingga tidak sebanding dengan debit air yang masuk, apalagi saat hujan deras tiba praktis meluber hingga membanjiri perumahan warga.

"Kami minta pemerintah dapat mencari solusi agar peristiwa ini tidak ada lagi. Kalau seperti ini terus, kami tidak tahan lagi mas," imbuhnya. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait