Nelayanbantuan

Puluhan Ribu Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Lampung Butuh Bantuan

Puluhan Ribu Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Lampung Butuh Bantuan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Febrizal Levi saat di Posko Satgas Terpadu Covid-19 Provinsi Lampung. Dok.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ada sekitar 85 ribuan nelayan dan pembudi daya ikan air tawar yang ada di Lampung memerlukan bantuan stimulus dari pemerintah. Bantuan tersebut diberikan akibat adanya dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyerang kehidupan sosial kemasyarakatan dan perekonomian para nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Febrizal Levi mengatakan bahwa pihaknya menunggu informasi lebih lanjut mengenai bantuan stimulus untuk nelayan dari pemerintah pusat tersebut.

Secara nasional ada empat jenis bantuan yang diberikan, yakni bansos berupa PKH, BLT, sembako, dan subsidi listrik; subsidi Rp34 triliun untuk relaksasi pembayaran angsuran melalui perusahaan pembiayaan; stimulus modal kerja; dan stimulus non-fiskal melalui kelancaran sarana produksi.

"Kita masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai seperti apa alur bantuannya. Kita tunggu petunjuk pusat. Kalau di Lampung ada sekitar 85 ribuan nelayan dan pembudidaya ikan darat yang perlu di bantu," katanya Levi kepada Lampung Post, Selasa 1 Juni 2020.

Ia juga mengatakan bahwa pada prinsipnya pihaknya siap untuk mendistribusikan bantuan tersebut. Apalagi saat ini nelayan sangat perlu bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi melihat gelombang tinggi dan cuaca sedang ekstrem tidak menentu sehingga nelayan tidak melaut mencari ikan. Selanjutnya yang perlu di antisipasi adalah relaksasi dan reatrukturisasi kredit nelayan.

"Yang paling dibutuhkan dan diantisipasi adalah relaksasi dan restrukturisasi kredit nelayan. Kita juga sudah melakukan koordinasi kepada jasa-jasa keuangan untuk membantu nelayan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu nelayan dan meringankan beban nelayan," katanya.

Ia juga mengatakan mengenai rekap data, pihaknya melakukan sinkroniasi dan direkap di Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung agar tidak terjadi tumpang tindih data dan bantuan. Sehingga pendistribusiannya nanti akan tepat sasaran dan prosedur pendistribusiannya akan mengikuti protokol kesehatan.

"Nantikan Pemerintah Pusat akan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Lampung, kemudian akan didistribusikan bantuan tersebut berdasarkan data para nelayan. Pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Lampung melalui gugus tugas dan dinas terkait siap menerima dan menyalurkan bantuan tersebut," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait