#beritalampung#beritabandarlampung#penipuan

Puluhan Orang Tertipu Voucer Palsu Senilai Ratusan Juta

Puluhan Orang Tertipu Voucer Palsu Senilai Ratusan Juta
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Puluhan orang menjadi korban penipuan dengan modus jual beli voucer hotel dan tiket pesawat murah. Kerugian bahkan mencapai lebih dari Rp200 juta.

Salah satu korban SR warga Bandar Lampung mengatakan, Ia bersama puluhan orang lainnya ditipu warga Langkapura berinisial DP. Penipuan itu sudah berlangsung sejak Mei 2022.

"Mei saya beli tiket pesawat harga Rp4 juta, tapi delapan jam sebelum penerbangan, tiba-tiba di refund sebesar Rp2,8 juta dengan alasan server error dan dia lepas tanggung jawab begitu saja," kata dia, Kamis, 21 Juli 2022.

Meski telah curiga, namun SR kembali membeli 17 voucer hotel dengan total harga Rp6,4 juta kepada DP karena diiming-imingi dengan harga murah. Namun, ketika ia ingin memakai voucer tersebut selalu gagal.

"Karena diiming-imingi aman, jadi saya masih percaya. Saya beli lagi 17 voucer, tetapi hingga sampai ini tidak bisa digunakan. Hanya satu voucer yang keluar," ujar SR.

Tak berhenti pada kasus 17 voucer, SR juga mengaku pernah mengganti seluruh uang tiket milik rekannya yang ia pesan melalui DP. Saat itu SR telah mentransfer uang pembelian tiket, namun DP tak kunjung mengirimkan tiket pesawat.

"Waktu itu tiket Bali-Palembang dan dia cancel 4 jam sebelum penerbangan. Jadi total kerugian saya Rp42 juta," katanya.

Sementara itu, korban lainnya Cerri, mengatakan modus yang digunakan DP yakni dengan cara meminta testimoni kepada orang-orang yang berpengaruh seperti Selebgram. Akibatnya, sekitar 60 orang tertipu dengan kerugian lebih dari Rp200 juta.

"Dia (DP) ini selalu memaksa minta testimoni dan tag Instagram dari selebgram yang sudah pakai jasa dia. Jadi banyak customer lainnya yang percaya, karena yang pakai jasa dia kan selebgram," ujarnya.

Menurut Cerri, DP merupakan mantan Muli Lampung Utara yang pernah divonis 7 bulan penjara akibat terbukti bersalah menyimpan dan mengkonsumsi psikotropika golongan IV.

"Jadi saya melaporkan kasus ini ke Polresta Bandar Lampung dengan nomor laporan TBL/B-1/1623/VII/2022/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait