#lamsel#anginkencang#pertanian

Puluhan Hektare Padi di Sukapura Lamsel Roboh Diterpa Angin Kencang

Puluhan Hektare Padi di Sukapura Lamsel Roboh Diterpa Angin Kencang
Petani di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, menunjukkan tanaman padi miliknya yang roboh, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto: Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Puluhan hektare tanaman padi di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, roboh setelah diterpa hujan disertai hujan lebat pada Senin, 18 Oktober 2021. Padahal, tanaman padi yang roboh itu telah memasuki masa panen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, tanaman padi yang roboh tersebut rata-rata telah usia berkisar 70 - 90 hari setelah tanam (HST). Sedangkan, varietas tanaman padi yakni Inpari 32.

Petani Desa Sukapura, Edi Sutardi, mengatakan tanaman padi miliknya berkisar umur 70 HST roboh setelah diterpa angin disertai hujan deras tiga hari lalu. Ia memastikan hasil produksi tanaman padi miliknya akan turun.

"Garapan saya ada satu hektare, mas. Sedangkan, tanaman padi yang roboh ada berkisar 3/4 hektare roboh semua. Padahal, sebentar lagi tanaman padi sudah memasuki masa panen," kata dia, Kamis, 21 Oktober 2021.

Ketua Kelompok Tani Bina Muda Desa Sukapura, Suganda Yani, mengatakan luas lahan persawahan milik anggotanya mencapai 20 hektare. Sedangkan, tanaman padi yang roboh akibat diterpa angin mencapai 50 persen.

"Tanaman padi yang roboh berkisar 50 persen dari luasan lahan yang ada di kelompok kami. Tentu ini membuat petani merugi, seperti hasil produksi turun dan petani terpaksa mengeluarkan modal tambahan," ujarnya. 

Dengan tanaman padi yang roboh, kata Suganda, petani setempat terpaksa mengeluarkan modal tambahan untuk biaya mendirikan kembali batang padi yang roboh. Sebab, jika tidak didirikan, maka tanaman padi akan rusak dan membusuk.

"Mau enggak mau tanaman padi yang roboh harus didirikan lagi. Kalau enggak ya rusak tanaman. Tapi, bagi tanaman padi yang sudah berusia berkisar 80-85 HST, petani lebih memilih di panen lebih awal," kata dia.

Di sisi lain, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra mengatakan berdasarkan laporan dari petani setidaknya ada sekitar 25-30 hektare yang roboh di Desa Sukapura. Semua tanaman yang roboh mayoritas sudah memasuki masa panen.

"Kalau tanaman yang belum bisa dipanen upayakan untuk segera didirikan dan diikat secara manual menggunakan tambang atau tali. Karena risikonya pada saat produksi panen akan menurun dan padi menjadi rusak," kata dia. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait