#pertanian#sawah#petani#beritalamsel

Puluhan Ha Tanaman Padi di Ketapang Rusak Diterjang Hujan dan Angin

Puluhan Ha Tanaman Padi di Ketapang Rusak Diterjang Hujan dan Angin
Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co): Puluhan hektare (ha) tanaman padi siap panen di sejumlah desa di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, ambruk diterjang angin disertai hujan, Minggu, 26 April 2020, malam.

Akibat kejadian tersebut, petani merugi karena hasil panen dipastikan mengalami kerusakan. Selain itu, harga juga akan rendah karena gabah kering panen (GKP) dalam kondisi kurang baik.  

"Gara-gara telat datang mesin panen padi atau combine, padi yang seharusnya panen pada Kamis (23 April 2020) lalu jadinya ambruk diterjang hujan disertai angin semalam," kata warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung selatan, Rohadi (56) kepada Lampost.co, Senin, 27 April 2020.

Akibat ambruk, Ia mengaku kesulitan mencari tenaga buruh. Mereka (buruh) mengaku padi yang ambruk membutuhkan waktu lebih lama dan ribet untuk memanen. 

"Kalau dibiarkan terendam, kerugian kami makin besar karena padi tambah rusak dan harga makin murah. Sekarang saja harga GKP jenis Ciherang/IR64 cuma Rp400 ribu per kwintal. Kalau ambruk harga jauh lebih murah lagi," pungkasnya. 

Terpisah, salah satu petani di Desa Tamansari, Kecamatan Ketapang Mujiono (37) menuturkan hujan disertai angin kencang yang terjadi Minggu, 26 April 2020, malam membuat tanaman padi miliknya kurang lebih satu setengah hektare sebagian ambruk tersapu angin.

"Padahal, tanaman padi sudah memasuki usia siap panen yakni lebih dari 85 hari. Karena ambruk tersapu angin, terpaksa panen dini. Sebab jika ambruk lebih lama kualitas padi akan semakin jelek," ujarnya mengeluh.  

Menurutnya, usia padi siap panen pada umumnya lebih dari 90 hari. Dengan usia tersebut kualitas padi akan lebih baik dan lebih enak dikonsumsi. Akan tetapi terpaksa panen dini dilakukan untuk mengurangi kerugian.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait