#anakpunk#kamtibmas

Puluhan Anak Punk di Metro Ngamuk

Puluhan Anak Punk di Metro <i>Ngamuk</i>
Sekelompok anak punk digelandang ke Mapolres Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Puluhan anak punk dan pengamen di Lapangan Samber, <i>ngamuk</i>. Mereka menyerang dan memukul anggota Satpol PP. Juga merusak Pos Pantau Lapangan Samber Polres Metro.

Aksi tersebut bermula saat petugas Satpol PP memberikan imbauan terhadap sekelompok anak punk agar tidak membawa anjing, dan tidur di Gedung Pentas Seni lapangan tersebut.

Baca juga: Satpol PP Razia Anak Punk

Tarmizi Harianzi, petugas Satpol PP yang mendapat pukulan mengaku mulanya pihaknya hanya memberikan imbauan saja. Selanjutnya terjadilah cekcok karena sekelompok anak punk tersebut sedang terpengaruh oleh minuman keras yang dikonsumsi.

"Mereka ini memang dalam keadaan mabuk, kita imbau seperti itu karena mereka menggunakan Gedung Pentas Seni menjadi tempat tinggal. Di sana banyak betul kotoran anjing sampai menumpuk dan sisa bungkus minuman keras jenis tuak. Kita imbau agar mereka meninggalkan gedung itu," kata dia, Sabtu, 14 Mei 2022.

Dia menambahkan, setelah terjadinya cekcok antara pihak petugas dan anak punk tersebut. Dia melerai antara anak punk dengan pimpinan patroli. Alhasil, Tarmizi mendapatkan dua bogem mentah dari anak punk tersebut.

"Niat saya mau melerai tau-tau ada yang mendorong saya, sampai saya jatuh. Mereka yang melakukan tindakan fisik duluan. Saya sampai mendapat dua pukulan, ada di video. Saya sebagai petugas tidak boleh memukul hanya bisa mengelak," tambahnya.

Setelah terjadi pemukulan, lanjutnya, karena kalah jumlah dirinya berserta petugas lainnya lari ke Pos Pantau Lapangan Samber untuk mendapatkan bantuan. Namun, sekelompok anak punk tersebut kian bertambah jumlahnya dan melakukan pengerusakan terhadap bangunan pos pantau milik Polres Metro.

"Akhirnya sekitar 30 orang mengejar kami hingga pos pantau. Lalu mereka melakukan aksi pemecahan kaca dan mendobrak pintu untuk mencari kami. Kalau kita posisi bentrok kami pasti kalah, kami hanya 5 orang sedangkan mereka ada 30an orang," ungkapnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Metro, AKP Firmansyah mengatakan, setelah mendapat laporan pengerusakan pihaknya langsung melakukan tindakan pengamanan.

"Kami langsung turun dan mengamankan puluhan anak punk tersebut. Kami bawa mereka ke Mapolres Metro untuk dilakukan introgasi. Akibatnya satu anggota Satpol PP mengalami luka ringan," kata dia.

Diketahui, dalam aksi penyerangan dan pengerusakan pos pantau Sabhara Polres Metro sekelompok anak punk itu melempari batu ke arah jendela kaca. Kemudian mendobrak pintu hingga jebol.

Dari data yang didapat, mereka tidak hanya berdomisili di Metro saja. Rombongan tersebut berasal dari berbagai daerah. Ada yang mengaku dari Palembang, Sumatera Barat, Bunga Mayang Lampura, dan dari daerah luar kota.

Akibatnya, sekelompok anak punk yang hanya ikut-ikutan saja juga terjaring dan diamankan di Mapolres Metro. Namun, kelompok yang tidak melakukan pengerusakan akan dilakukan binaan. Sementara, yang melakukan pengerusakan akan di proses lebih lanjut.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait