#sanitasi#wisata#pulaupisang#babs

Pulau Pisang Menuju Destinasi Wisata Pulau Sehat Pertama di Lampung

Pulau Pisang Menuju Destinasi Wisata Pulau Sehat Pertama di Lampung
Suasana verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Foto: Dok


Krui (Lampost.co): Sebanyak 418 rumah tangga di Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat dinyatakan lolos verifikasi dari perilaku setop buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF). 

Hal itu disampaikan Kasi Kesling Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Agus Setyo Widodo, pada acara verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sekaligus deklarasi ODF Kecamatan Pulau Pisang di Aula Pekon Sukadana, Rabu, 25 November 2020.

“Dari hasil verifikasi yang dilakukan selama dua hari (24-25 November) oleh tim Dinkes Provinsi, 6 pekon di Kecamatan Pulau Pisang dinyatakan lolos verifikasi pilar satu STBM. Hari ini Kecamatan Pulau Pisang melakukan deklarasi ODF,” ujarnya.

Akselerasi STBM di Kecamatan Pulau Pisang terbilang cepat. Sejak ditandatanganinya komitmen bersama camat dan seluruh paratin pada 8 Juli 2020 yang disaksikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinkes Pesisir Barat, dan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), target ODF Pulau Pisang pada akhir Desember 2020. Namun, penyelesaian pilar satu STMB yakni BABS dan deklarasi ODF dilakukan lebih cepat. 

“Kecamatan Pulau Pisang adalah kecamatan pertama di Pesisir Barat yang telah ODF, sekaligus pulau pertama yang sudah ODF di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Deklarasi ODF dipimpin Camat Pulau Pisang, Lukmanul Hakim, dan diikuti seluruh peratin atau kepala pekon. Kegiatan deklarasi ODF disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat, jajaran Uspika dan perwakilan organisasi perangkat daerah Kabupaten Pesisir Barat, serta tim verifikator Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati mengapresiasi komitmen camat dan peratin serta seluruh masyarakat Pulau Pisang yang telah berhasi mewujudkan Pulau Pisang ODF. 

“Ini merupakan prestasi yang bagus. Pernyataan bersama pada 8 Juli lalu oleh seluruh peratin untuk mengalokasikan dana desa dalam menyelesaikan persoalan BABS di Pulau Pisang benar-benar dibuktikan. Semoga masyarakat Pulau Pisang terus konsisten berperilaku saniter dan menjaga eksistensi ODF,” kata Febri.

Dia berharap deklarasi ODF Pulau Pisang bisa memicu pekon atau kecamatan lain di Kabupaten Pesisir Barat untuk menyelesaikan persoalan sanitasi buruk, mengingat angka BABS di Pesisir Barat masih tertinggi di Provinsi Lampung.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait