#ptn#uangkuliah

PTN Buka Peluang Beri Keringanan Pembayaran UKT

PTN Buka Peluang Beri Keringanan Pembayaran UKT
Ilustrasi. Medcom.id


Yogyakarta (Lampost.co) -- Pandemi covid-19 yang berkepanjangan memberikan dampak sangat besar terhadap aktivitas pendidikan, termasuk pendidikan tinggi. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) merencanakan sejumlah pilihan alternatif kepada mahasiswa yang orang tuanya terdampak dalam konteks perekonomian.

"Kami membuka kemungkinan membantu menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dan keluarga yang terdampak sumber perekonomiannya sehingga sulit memenuhi kewajiban uang kuliah tunggal (UKT)," kata Ketua MRPTNI, Jamal Wiwoho, dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2020.

Dia menjelaskan rencana itu akan diwujudkan melalui beberapa kebijakan terkait perubahan UKT. Kemungkinan berupa pembebasan sementara, pengurangan, pergeseran klaster, pembayaran mengangsur, serta penundaan pembayaran UKT.

Menurut dia, sejumlah kebijakan nantinya bisa dilaksanakan melalui permohonan perubahan dengan menyertakan data pokok tentang perubahan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Pihaknya menyerahkan kebijakan UKT sepenuhnya kepada pimpinan perguruan tinggi. Ia berharap kebijakan yang hendak diambil tidak mengganggu penyelenggaraan proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan berbagai aktivitas pendukungnya.

"MRPTNI mengusulkan dilakukan kerja sama antara Dirjen Dikti dan BUMN serta penyedia layanan internet dengan pedoman kebijakan pengadaan paket internet pembelajaran di perguruan tinggi sesuai wilayah masing-masing," ujar Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini.

Sementara Rektor UGM, Panut Mulyono, mengatakan jajarannya sejak April lalu telah memberikan bantuan logistik kepada mahasiswa kurang mampu atau mengalami kesulitan mengakses logistik. Ia memperkirakan sekitat 850 paket bantuan logistik dibagikan setiap minggunya berdasarkan pendataan dari Direktorat Kemahasiswaan.

Untuk mendukung aktivitas belajar dan bekerja dari rumah, ia menambahkan, UGM telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 1 April 2020 terkait bantuan biaya pulsa atau data internet bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa setiap bulannya.
 
"Bantuan pulsa atau paket data internet diberikan mulai Maret 2020 sampai dengan diterbitkannya ketentuan yang baru," kata Panut.

EDITOR

Medcom


loading...



Komentar


Berita Terkait