#beritalampung#beritalampungterkini#gagalginjalakut#kesehatan#flurindmpsirop

PT Yarindo Bantah Flurin DMP Sirop Penyebab Ratusan Anak Meninggal

PT Yarindo Bantah Flurin DMP Sirop Penyebab Ratusan Anak Meninggal
Ilustrasi. Dok


Serang (Lampost.co) -- PT Yarindo Farmatama membantah produknya yakni Flurin DMP Sirop 60 ml yang sudah diproduksi 2.930 botol menyebabkan ratusan anak Indonesia meninggal karena gangguan ginjal akut pada anak (GGAPA). Saat ini Badan POM sudah mengeluarkan surat untuk menghentikan produksi obat Flurin DMP Sirop 60 ml.

"PT Yarindo memproduksi Flurin DMP Sirop 60 ml sudah 20 tahun, kita juga sudah memproduksi dengan standar CPOB. Semua kita lakukan sudah memenuhi syarat dan sampai saat ini tidak ada orang yang meninggal karena Flurin DMP Sirop 60 ml. Selain itu, dari 102 lis yang dikeluarkan Kemenkes tidak ada produk Flurin milik PT Yarindo," kata Legal Manager PT Yarindo, Farmatama Vitalis Jebarus, di pabrik PT Yarindo, Serang Banten, Senin, 31 Oktober 2022.

Baca juga: Produksi Obat Sirop 3 Industri Mengandung Bahan Berbahaya 

"Kami juga bingung ini, kami tidak pernah membeli Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Pernah sekali kami melaporkan pergantian manufacturing pembuat yang sebelumnya dari Jepang dan pindah ke Dow Chemical Thailand sejak 2015," katanya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah menyita obat dari 3 industri farmasi, antara lain PT Yarindo Farmatama yakni 2.930 botol Flurin DMP Sirop 60 ml. Produk PT Yarindo yakni Flurin DMP mengandung 48 mg/ml, sedangkan ambang batas amannya adalah 0,1 mg/ml.

Kemudian menyita produk PT Universal Pharmaceutical Industries, yakni 13.409 botol, Unibebi Demam Sirop 60 ml,  25.897 botol Unibebi Demam Drop 15 ml, dan Unibebi Cough Sirop 60 ml 588.673 botol dan bahan baku PEG dengan bahan baku dari Dow Chemical Thailand.

Selain itu juga ada tujuh produk salah satunya yakni obat sirop Paracetamol Peppermint produksi dari PT Afi Pharma.

Selama ini PT Yarindo mengaku sudah 3 kali renewal atau daftar ulang dan izin keluar dari 2020—2025. "Ini artinya Badan POM memberikan pengawasan untuk izin edar ini. Saya juga sedih karena kami sebenarnya korban dari pemalsuan dan penipuan apakah dari supplier atau manufacturing penerbit. Tapi dari bahan-bahan yang dikirim ke kami itu bahan yang sudah diteliti dengan baik sesuai CPOB," ujarnya.

Vitalis mengatakan pihaknya membeli PEG dengan dicocokkan sesuai sertifikasi dan data lainnya sampai barang datang. Sekaligus dilakukan analisis dan pemeriksaan di laboratorium secara mandiri. Sayang, PT Yarindo Farmatama enggan menjawab hasil pemeriksaannya.

Karena hasil pemeriksaan dari Badan POM Flurin DMP Sirop 60 ml mengandung 48 mg/ml EG dan DEG, sedangkan ambang batas amannya adalah 0,1 mg/ml.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait