#beritalampung#beritalampungterkini#pupuksubsidi#ptpusri

PT Pusri Lampung Jamin Stok Pupuk Subsidi Aman hingga Awal Musim Tanam

PT Pusri Lampung Jamin Stok Pupuk Subsidi Aman hingga Awal Musim Tanam
Foto ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Lampung memastikan stok pupuk subsidi aman hingga bulan depan memasuki awal musim tanam. Alokasi pupuk subsidi untuk sembilan komoditas.

Assistant Vice President (AVP) PT Pusri Lampung, Eman Haris, mengatakan untuk ketersediaan pupuk bagi petani terutama untuk sembilan komoditas dipastikan aman. "Alokasi di Lampung ini sebenarnya sudah ditambah dari pusat, urea ada penambahan sekitar 40 ribu ton dan NPK sekitar 24 ribu ton. Jadi stok kami masih cukup sampai bulan depan dan di lini satu pun sudah siap pupuk subsidinya," ujar Eman, Senin, 17 Oktober 2022.

Baca juga: DTPH-Bun Lamsel Tunggu Petunjuk Distan Lampung soal Penggilingan Padi tidak Berproduksi

Dia menjelaskan berdasarkan peraturan menteri Pertanian yang terbaru untuk penyaluran pupuk subsidi hanya ditujukan kepada sembilan komoditas, yaitu subsektor pangan ada padi, jagung, kedelai. Subsektor hortikultura itu cabai, bawang merah, dan bawang putih. Lalu subsektor perkebunan untuk tebu, kopi, dan kakao.

"Hanya sembilan komoditas itu saja, jadi seperti karet, singkong, dan lain-lain itu sudah tidak bisa diberikan pupuk subsidi. Itu sesuai dengan Permentan Nomor 10, dari 69 komoditas hanya sembilan yang bisa disubsidi," ujarnya. 

Pihaknya menginformasikan untuk subsidi terhadap petani singkong sedang dalam proses pengajuan oleh Pemprov Lampung ke Pemerintah Pusat agar ditinjau ulang. "Karena di Lampung ini nasional nomor satu produksi singkong, mudah-mudahan apa yang diupayakan Pemprov Lampung bisa disetujui pusat," ujarnya.

Berikut data penyaluran pupuk bersubsidi di Lampung oleh PT Pusri:

1. Alokasi Tahun 2022

Urea: 326.169 ton

NPK: 202.574 ton

2. Alokasi Januari—Oktober 2022.

Urea: 219.186 ton

NPK: 162.870 ton

2. Realisasi penyaluran Januari—17 Oktober 2022.

Urea: 230.063 ton

NPK: 166.806 ton

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait