#pencemaranlingkungan#limbah

Pertamina Sumatra Belum Berani Bicara Ganti Rugi Limbah

Pertamina Sumatra Belum Berani Bicara Ganti Rugi Limbah
Petambak udang yang merugi akibat pencemaran di pesisir Lampung Timur, Rabu, 20 Juli 2022.(Foto : Lampost.co/Arman Suhada)


Sukadana (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) telah melakukan audiensi dengan pihak PT Pertamina Hulu Energi Off Shore East Sumatra (PHE OSES) di Jakarta terkait kasus limbah di pesisir Lampung Timur. Meski demikian, anak perusahaan Pertamina tersebut belum bisa memastikan ganti rugi terhadap nelayan dan para petambak yang terdampak kasus limbah. 

Head of Communication, Relations, CID Zona 6 PHE OSES, Indra Darmawan, belum bisa menjelaskan ihwal ganti rugi terhadap para warga atau tambak yang terkena dampak pencemaran tersebut.

"Nanti dulu saya masih ada kerjaan, segera saya jawab," ujar Indra melalui telepon, Rabu, 20 Juli 2022. 

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Lampung Timur, Andi Kristanto, mengimbau Pertamina PHE OSES segera menyelesaikan permasalahan pencemaran di pesisir Lamtim. Pihaknya meminta perusahaan menuntaskan pembersihan limbah.

"Kami tetap meminta perusahaan untuk menuntaskan pembersihan. Jangan sampai ada yang terlewat. Harus tetap dimonitor dan segera diambil tindakan saat diperlukan. Oleh karenanya fokus saat ini adalah pembersihan," kata dia.

Baca juga: Walhi: Aparat Melempem Urus Limbah di Laut

Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya untuk selalu berkoordinasi.

"Komunikasi dan koordinasi perlu dijaga agar masalah ini segera diselesaikan dengan baik. Kami juga meminta PHE OSES untuk memastikan hal sama tidak terulang lagi di kemudian hari," ujarnya.

Baca juga: Kasus Limbah di Pesisir Lamtim "Diambil" Pusat

Diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Lampung menemukan penyebab pencemaran di pesisir Lampung Timur yaitu tiga kebocoran pipa milik anak perusahaan Pertamina.

Kepala Dinas LH Provinsi Lampung Emilia Kusumawati mengatakan, dari hasil konfirmasi dan turun lapang ke lokasi, diketahui kebocoran pipa ini terjadi di tengah laut.

Emilia mengatakan, PT PHE OSES sudah mematikan saluran pipa yang bocor tersebut. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait