#bola#liga1indonesia

PSSI Sanksi Berbagai Pelanggaran di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia

PSSI Sanksi Berbagai Pelanggaran di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia
Ilustrasi wasit mengganjar kartu kuning dalam sepak bola. Alex Fox/Pixabay


Jakarta (Lampost.co) -- Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia 2021--2022. Untuk hukuman terberatnya, jatuh kepada bek PSG Pati, Heri Setiawan.

Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing menyebut Heri dihukum larangan beraktivitas di sepak bola selama enam bulan karena memukul tangan wasit saat timnya menghadapi Persijap di Liga 2. Selain itu, Heri juga wajib membayar denda sebesar Rp50 juta.

"Saudara Heri ini, dia memukul tangan wasit hingga peluitnya lepas. Pahit memang hukumannya, tetapi itu agar ke depan hasilnya bagus," ujar Erwin dalam konferensi virtual dikutip Kamis, 21 Oktober.

Sidang Komdis PSSI kali ini mengacu kepada berbagai pelanggaran yang terjadi pada 8 September hingga 9 Oktober untuk Liga 1, dan 1-17 Oktober untuk Liga 2. Dalam periode itu, ada 12 kali pelanggaran di Liga 1 dan 14 kasus dari Liga 2.

Untuk hukuman terberat dari Liga 1 diterima pemain Arema FC Jayus Hartono, yaitu tak boleh bermain dua laga dan denda Rp10 juta karena dinilai bertingkah laku buruk ketika skuadnya melawan PSM Makassar.

Selain Jayus, pemain Liga 1 lain yang terkena sanksi adalah Leonard Tupamahu (Bali United) dan Rizky Ridho Ramadhani (Persebaya) dengan hukuman larangan sekali berlaga dan denda masing-masing Rp10 juta dan Rp5 juta.

Di luar mereka, sembilan pelanggaran lain dari Liga 1 dilakukan atas nama tim. Mulai dari keterlambatan "kick off" (PSS, Madura United, PSM, PSS), adanya tamu VIP yang masuk ke ruang ganti tim (Persib), hingga mendapatkan lima sampai tujuh kartu kuning dalam satu laga (Borneo FC, Barito Putera, PSM). Untuk kesalahan tersebut, setiap klub didenda Rp50 juta.

Sementara selain Heri, hukuman lumayan berat dari Liga 2 juga diterima pelatih Persijap Jaya Hartono yang dianggap Komdis mendiskreditkan keputusan PSSI. Untuk itu, Jaya tak boleh beraktivitas di sepak bola selama sebulan dan denda Rp25 juta.

Kemudian, pemain sayap Badak Lampung Talaohu Abdul Musafri diputuskan bersalah karena bersikap rasis kepada perangkat pertandingan. Dia mendapat hukuman tak boleh berlaga enam pertandingan serta denda Rp50 juta.

Bek PSG Nurhidayat Haji Haris didakwa melanggar 'fair play' lantaran menyikut pemain lawan dan tak bisa merumput tiga pertandingan. Selain itu, dia juga wajib melunasi denda Rp3 juta.

Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi denda Rp30 juta kepada tujuh klub Liga 2 dengan dakwaan terlambat "kick off" yaitu PSIM, Hizbul Wathan, PSG Pati, Rans Cilegon FC, Semen Padang, Sriwijaya FC dan Babel United.

Lalu dua klub lain, yakni PSCS dan Sulut United kena denda masing-masing Rp50 juta karena terlalu banyak menerima kartu kuning dalam sebuah pertandingan. PSCS dihukum karena lima kartu kuning, sedangkan Sulut United enam kartu kuning. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait