#beritalampung#beritalampungterkini#tragedikanjuruhan#klbpssi

PSSI Percepat KLB agar Sepak Bola Tidak Jadi Korban

PSSI Percepat KLB agar Sepak Bola Tidak Jadi Korban
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Oktober 2022. Antara/Didik Suhartono


Jakarta (Lampost.co) -- PSSI memutuskan akan mempercepat kongres luar biasa (KLB). Keputusan KLB dipercepat karena tak ingin mengorbankan sepak bola Indonesia yang sekarang sedang berhenti buntut Tragedi Kanjuruhan.

"Dalam rekomendasi TGIPF juga dijelaskan pemerintah tidak akan mengizinkan kompetisi bergulir jika KLB belum diselenggarakan. Oleh sebab itu, saya memutuskan menggelar KLB," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan melalui media sosialnya, Minggu, 30 Oktober 2022.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu Iriawan menyebut juga tak ingin mengorbankan 120 ribu orang yang hidupnya menggantungkan diri dari sepak bola, seperti ofisial, wasit, pemain, kitman, pelatih, hingga pelaku UMKM. Dia memohon agar pemangku kepentingan memberikan izin bergulirnya lagi Liga 1, 2, dan 3 serta menyebut alasan agar sepak bola Indonesia jangan sampai berkonflik.

"Meskipun hanya dua voter yang mengajukan KLB belum memenuhi syarat, saya memutuskan menjalankan KLB. Hal ini guna menghindari perpecahan di tubuh sepak bola Indonesia, apalagi sampai ada konflik fisik, saya tidak mau," ujarnya.

Dengan keputusan KLB, Iriawan berharap tensi akan menurun dan situasi menjadi lebih baik. Dia berharap liga bisa segera bergulir kembali dengan aman dan menjunjung tinggi keselamatan serta sportivitas.

"Juga persiapan timnas pun terus berlanjut serta penyelenggaraan Piala Dunia u-20 tahun 2023 tidak terganggu, untuk sepak bola Indonesia lebih maju," katanya.

Anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan KLB rencananya akan digelar Januari 2023. Sebelum KLB, akan dilakukan dulu penetapan komite pemilihan dan komite banding pemilihan. Komite tersebut yang akan menyusun tahapan KLB.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait