#viruscorona#psbb#kesehatan#beritanasional

PSBB Jilid II, Jakarta dan Sekitarnya Sama-sama `Babak Belur`

( kata)
PSBB Jilid II, Jakarta dan Sekitarnya Sama-sama `Babak Belur`
(Ilustrasi) Pekerja di luar 11 sektor yang dikecualikan terdampak PSBB Jilid II di DKI Jakarta. Medcom.id/Annisa


Jakarta (Lampost.co): Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total segera diberlakukan di Ibu Kota. DKI Jakarta dan daerah penyangga diprediksi sama-sama akan `babak belur` saat kebijakan ini diterapkan.

"Ini nanti rugi dua-duanya (DKI dan daerah penyangga)," kata Trubus Rahardiansyah, Sabtu, 12 September 2020.

Salah satu beban paling berat yang harus ditanggung DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya ialah pemenuhan kebutuhan warga. Sebab, warga tidak bekerja selama pembatasan diberlakukan.

Ekonomi warga akan terdampak karena hanya 11 kegiatan yang diizinkan beroperasi. Padahal, Mayoritas pekerja di Jakarta bertempat tinggal di daerah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
 
Dia memperkirakan 60-70 persen pekerja di Ibu Kota merupakan warga daerah penyangga. Suka atau tidak, pemerintah daerah penyangga harus memberikan bantuan. Minimal untuk mencukupi kebutuhan pokok warga selama PSBB diterapkan.
 
"Pemerintah daerah penyangga harus memberikan BLT (bantuan langsung tunai) kepada masyarakat, supaya mereka tidak bepergian ke Jakarta," ungkap dia.

Ekonomi warga akan terdampak karena hanya 11 kegiatan yang diizinkan beroperasi. Padahal, Mayoritas pekerja di Jakarta bertempat tinggal di daerah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
 
Dia memperkirakan 60-70 persen pekerja di Ibu Kota merupakan warga daerah penyangga. Suka atau tidak, pemerintah daerah penyangga harus memberikan bantuan. Minimal untuk mencukupi kebutuhan pokok warga selama PSBB diterapkan.
 
"Pemerintah daerah penyangga harus memberikan BLT (bantuan langsung tunai) kepada masyarakat, supaya mereka tidak bepergian ke Jakarta," ungkap dia.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPD) DKI Jakarta, jumlah penduduk miskin di Ibu Kota sebanyak 480 ribu jiwa per Maret 2020. Pemerintah Ibu Kota menyalurkan bantuan kepada 3,7 juta penduduk miskin dan rentan miskin pada PSBB Jilid I.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar