#proyek#infrastruktur

Proyek Pembangunan Jembatan Way Pelus Tuai Protes Warga

Proyek Pembangunan Jembatan Way Pelus Tuai Protes Warga
Kerusakan jalan dan talud akibat proyek pembangunan jembatan Way Pelus, di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost.co/Perdhana


Kalianda (Lampost.co) -- Pembangunan jembatan penghubung di Dusun Waypelus, Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, menuai protes dari warga. Pasalnya, akibat aktivitas kendaraan truk bermuatan material proyek membuat ruas jalan usaha tani dan talud rusak berat. 

Pembangunan jembatan lanjutan Way Pelus dikerjakan CV Group Makmur Abadi, waktu pelaksanaan 120 hari kalender merupakan proyek Dinas PUPR Lampung Selatan. 

Warga sekitar meminta kontraktor yang mengerjakan jembatan Way Pelus senilai Rp427.362.257 yang berasal dari APBD Lampung Selatan Tahun Anggaran 2021 bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. 

"Ini jalan usaha tani, letaknya di areal persawahan jadi rusak akibat proyek," kata Burhan (49) warga sekitar, Jumat, 19 November 2021. 

Menurutnya, kerusakan terjadi karena kelalaian pihak rekanan yang menggunakan kendaraan berat masuk melalui jalan usaha tani. 

"Harusnya tidak lewat sini, karena tonase kendaraan melebihi kapasitas jalan," kata dia. 

Jalan hotmix yang ambles tersebut baru di bangun tahun 2020 lalu melalui Dinas PUPR Lampung Selatan, kondisi kerusakannya tepat berada di persimpangan menuju jembatan. 

"Baru setahun, jalan sudah rusak lagi akibat keteledoran," kata Wahab (31) warga lainnya. 

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PUPR Kecamatan Sidomulyo, Tufon menjelaskan pembangunan jembatan belum rampung sepenuhnya. 

"Baru dicor bahu jembatan, jalan masuknya belum dibangun," ujar dia. 

Kerusakan jalan usaha tani dan talut disebabkan kendaraan ready mix yang datang ke lokasi pada saat pengecoran jembatan Way Pelus. 

"Mobil cor beton yang datang kesini, jadi rusak jalan dan talut," kata dia. 

Dijelaskannya, untuk talut yang berada di sisi jalan menuju jembatan merupakan proyek pembangunan jembatan yang dikerjakan rekanan itu sendiri. 

"Kalau talut dan jembatan satu paket, rekanan yang mengerjakan pak Yandi orang Kalianda," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait