#jembatan#infrastruktur

Proyek Jembatan Pulau Pasaran Mandek

Proyek Jembatan Pulau Pasaran Mandek
Alat proyek rehabilitasi jembatan pulau Pasaran yang terpasang disamping jembatan. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengerjaan rehabilitasi jembatan Pulau Pasaran mandek hampir satu bulan akibat dana, dan material belum tersedia. Pekerja yang mengerjakan proyek senilai Rp2,4 miliar itu sudah berhenti selama hampir satu bulan.

“Kami ada 9 orang pekerja asal Palembang, sampai sekarang belum ada kejelasan kelanjutan pengerjaan jembatan itu (Pulau Pasaran),” kata Toni, pengawas lapangan proyek Jembatan Pulau Pasaran. Kamis, 6 Januari 2021.

Toni mengatakan kendala yang membuat mandeknya pengerjaan adalah dana yang tak kunjung cair dari Pemerintah Kota (pemkot) Bandar Lampung. Namun mengenai nominal anggaran itu, Ia tidak mengetahuinya.

“Waktu itu sudah ada perencanaan pembangunan jembatan, kami juga sudah uji coba alat. Kalau kami pekerja ini gerak berdasarkan perintah dari kantor, kalau material sudah ada pasti langsung dikerjakan. Mudah-mudahan secepatnya ada kiriman material,” katanya.

Sementara itu menurut keterangan Toni, kemarin (5/1/2021) sudah ada pertemuan antara pekerja, warga, camat, dan pihak Dinas PU Bandar Lampung. Pertemuan itu membahas ihwal perubahan rencana pembangunan.

“Belum bisa ngomong banyak karena masih berubah-ubah proyeknya. Skema awal dibangun sampai posisi jembatan yang patah, tapi kemarin bilang dibangun jembatan baru sampai ujung,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan LPSE Kota Bandar Lampung, tender proyek rehabilitasi jembatan Pulau Pasaran sudah dimulai pada 28 April 2021. Namun hingga saat ini keadaan jembatan masih rusak dan membahayakan keselamatan warga yang menyebrang.

Proyek itu diikuti oleh 9 rekanan dan dimenangkan oleh CV Ganesha Mandala Karim yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No.10G, Bandar Lampung dengan nilai penawaran Rp2.315.390.000 yang bersumber dari APBD 2021.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait